Ada dua buah kisah. Yang pertama adalah kisah yang mungkin
sudah banyak orang tahu, dan kisah kedua adalah buatan saya sendiri. Semoga
dapat memberikan makna untuk para pembaca yang memiliki hati yang tulus.
Saya sarankan membaca ini dengan mendengarkan lagu A thousand
Years, Fix You, Six degrees of Separation, atau River flows in you, Tinggal
pilih :)
Kisah pertama..
Suatu hari seekor Burung Merpati sedang terbang melewati
sebuah ladang bunga yang dipenuhi dengan Mawar Merah. Merpati tersebut begitu
terpesona dengan bunga-bunga Mawar yang dilihatnya. Saking terpesonanya,
Merpati pun terbang mengitari ladang bunga tersebut hingga beberapa kali.
Secara tidak sengaja, Merpati melihat ada sesuatu yang
berbeda...
Ia melihat sekuntum Mawar Putih yang sedang mulai mekar
dengan cantiknya diantara Mawar-Mawar Merah lain nya. Merpati pun sangat
terpesona dan langsung jatuh cinta pada Mawar Putih tersebut. Merpati berusaha
untuk mencari perhatian dan melakukan pendekatan dengan Mawar Putih. Akhirnya
Merpati memberanikan diri mengungkapkan cintanya pada mawar putih.
Mawar Putih pun menjawab...
"Maaf, saya tidak mungkin mencintai kamu"
Merpati tak pernah menyerah...
Setiap hari Merpati menemui mawar putih tersebut. Berbagai
macam cara dilakukan Merpati untuk dapat memikat hati Mawar Putih. Akhirnya
perjuangan Merpati membuahkan hasil, Mawar Putih memberikan satu syarat kepada
Merpati.
"Saya akan mencintaimu jika kamu dapat merubahku
menjadi Mawar Merah"
Lalu Merpati pun segera mencari cara untuk membuat Mawar
Putih menjadi Mawar Merah. Tanpa pikir panjang lagi, Merpati langsung melukai
sayapnya dengan cara mengepakkan sayapnya ke duri-duri yang terdapat pada bunga
Mawar Putih tersebut.
Darah Merpati mulai menetes...
Merpati meneteskan darahnya setetes demi setetes ke kelopak
Mawar Putih hingga Mawar Putih tersebut menjadi berwarna merah.
Akhirnya Mawar Putih menyadari betapa tulusnya cinta Merpati
kepadanya,
Namun semuanya sudah terlambat.
Merpati telah kehabisan darah, dan mawar putih
pun telah menjadi mawar merah.
Inilah cerita asal mula mengapa mawar merah dan merpati
dijadikan lambang cinta sejati.
Hargailah siapapun
yang mencintai dirimu
Sebelum mereka pergi
jauh darimu
Seringkali kita mati
rasa saat seseorang mencintai kita
Tidak memerhatikan
orang yang mencintai kita
Bahkan kita
menyia-nyiakan mereka
Lalukan yang terbaik
untuk orang yang mencintai dirimu
Selama mereka masih
ada dan menyayangi dirimu
Itulah kisah yang saya baca. Sekarang berlanjut ke kisah
kedua yang saya buat sendiri.
Hari itu merpati terbang dan menemui mawar merah yang sedang
menatap matahari.
“Mawar merah, saya ingin bercerita”
“Ada apa merpati?”
“Dahulu kala, saya adalah manusia. Dan saya jatuh cinta pada
seorang pemanah. Pemanah itu dulu tidak bisa apa-apa sampai akhirnya saya
mengajari dia bagaimana caranya menjadi pemanah yang jitu.”
“Kamu bisa memanah? Siapa yang mengajarkan kamu?”
“Saya tidak begitu ingat karena waktu itu saya masih sangat
muda. Seingat saya, dia adalah anak pengembara yang datang ke pulau ini.”
“Bagaimana kamu bisa melupakan seseorang yang telah
memberikan kamu bakat tersebut?”
Merpati tertawa, lalu mulai murung.
“Tapi takdir merubah saya menjadi merpati sekarang. Saya
merindukan pemanah itu, sangat merindukan nya..”
“Kalau begitu, pergilah.. kejarlah cintamu.”
Akhirnya sang
merpati pun optimis dan terbang menemui sang pemanah. Selang beberapa hari
kemudian, sang merpati kembali menemui mawar merah.
“Mawar merah, saya sudah menemui sang pemanah. Ketika saya
memperlihatkan wujud saya yang sudah berubah menjadi merpati, ia malah menghina
saya dan berkata bahwa saya aneh.. dan ia sangat beruntung tidak jadi menikahi saya”
Merpati mengadu sambil terisak.
“Jangan menangis merpati, saya akan selalu bersama kamu..
Saya mengerti perasaan kamu. Tetapi jangan lah menyerah, coba sekali lagi
yakinkan dia bahwa kamu tulus mencintainya, sebelum esok menjadi musim gugur.
Sebelum ada penyesalan.”
Akhirnya merpati pun menuruti perkataan mawar merah dan
pergi menemui sang pemanah. Tetapi sia-sia yang merpati lakukan, sang pemanah
malah menodongkan panahnya kepada merpati tersebut dan memburu merpati hingga
sayapnya tergores.
Merpati pun menangis dan berniat kembali, mengadu pada Mawar
Merah keesokan harinya. Akan tetapi, sang Merpati terkejut mendapati ladang
tempat Mawar Merah telah menjadi ladang yang kering.
Sebelum ia menghampiri Mawar merah, ia menerima surat dari
merpati lain.
Maafkan saya karena
telah berbohong padamu Merpati,
Perkenalkan saya
adalah anak sang pengembara yang kamu temui beberapa tahun lalu.
Seperti hal nya kamu,
saya juga mendapatkan takdir buruk, saya dirubah menjadi Mawar Merah.
Sebenarnya saya ingin
memberitahu kamu, akan tetapi saya dan kamu sangat berbeda Merpati..
Kamu diciptakan dalam
bentuk sayap, dan saya diciptakan dalam bentuk berduri..
Saya pun tidak bisa
meninggalkan tanah, sedangkan kamu tidak bisa meninggalkan langit.
Saya senang kamu telah
jago memanah, ingatkah kamu bahwa saya yang mengajarkan kamu dulu?
Tetapi saya sedih
ketika kamu berkata bahwa kamu patah hati. Maka saya selalu menyemangatimu.
Karena hanya itu yang
bisa saya lakukan.
Kini musim gugur telah
tiba, masa kesendirian dan kesepian saya telah usai..
Mungkin kelopak saya
telah gugur bersama angin, tapi ingatlah..
Saya akan tetap
mencintai kamu melebihi sang pemanah mencintai kamu.
Hatinya tercekat. Penyesalan luar biasa menyelimuti nya.
Merpati menghampiri Mawar Merah yang kini tersisa batang berduri saja. Kelopak
merah yang indah itu telah memudar dan mengering tertiup angin.
Betapa mulia dan ironis nya cinta bukan?
Dua kisah tersebut saya tulis agar dapat membuka mata hati
para pembaca. Semoga cerita diatas bisa menjadi sebuah pelajaran.
Good story ��
ReplyDeleteGood story ��
ReplyDelete