Hubungan antara supernova dengan siklus ilmu manusia. Sebelumnya, kesimpulan dari kedua hubungan ini datang ketika gue tertarik dengan kata “Supernova” dari novel yang gue baca. Lalu gue pun mulai mencari-cari artikel tentang Supernova.
Dan, gue mulai semakin tertarik untuk
menulisnya dikarenakan ada salah satu pembaca blog gue yang bertanya-tanya
tentang Blackhole atau lubang hitam yang pasti nya sudah kalian ketahui apa
itu.
Supernova mengingatkan bahwa sesempurna apapun sebuah
tatanan, dapat dipastikan teori chaos selalu terselip. Bagaikan badai yang
mencapai titik kritisnya. Dimana suatu
aktivitas kecil bintang dapat mempengaruhi semesta.
Apasih Supernova itu?
Supernova adalah ledakan dari suatu bintang di galaksi yang
memancarkan energi lebih banyak daripada Nova. Peristiwa Supernova menandai
berakhirnya riwayat suatu bintang. Bintang yang mengalami Superova akan tampak
sangat cemerlang dan bahkan kecemerlangan nya bisa mencapai ratusan juta kali
cahaya semula bintang tersebut. Ledakan Supernova meruntuhkan sebagian besar
material bintang dengan kecepatan 30.000 km/s (10% kecepatan cahaya) dan
melepaskan gelombang kejut yang mampu memusnahkan medium antarbintang.
Lalu apa hubungan nya dengan siklus ilmu?
Ketika seseorang memiliki ilmu yang sangat banyak, maka ada
dua pilihan. Ingin menjadi blackhole atau lebih tepatnya diserap sendiri, atau
mengalami proses supernova yaitu memecahkan ilmu tersebut menjadi kepingan-kepingan
yang bermakna. Lebih jelasnya, memberikan ilmu tersebut kepada orang-orang dan
nantinya, orang-orang tersebut akan membentuk pikiran-pikiran baru, ilmu yang
diberikan kepada mereka akan mereka kembangkan lagi menjadi sesuatu yang baru.
Ingin jadi apakah kalian, jika kalian adalah bintang-bintang
cemerlang yang memiliki pengetahuan yang tinggi?
Blackhole? Ataukah Supernova?
Ibaratkan bahwa ilmu yang kita miliki adalah sebuah bintang
di luar angkasa. Mengapa suatu bintang harus meledakkan dirinya? Karena gaya
gravitasi pada bintang terlalu kuat dan massa bintang telah sampai pada
titiknya. Begitu juga dengan ilmu. Bayangkan jika seorang ilmuan yang sangat
sangat pintar dan memiliki pengetahuan bahkan IQ diatas rata-rata hanya menelan
ilmu nya sendiri tanpa mengembangkan ilmu tersebut kepada orang lain atau
kepada objek dalam jagad raya ini? Tuhan tidak akan menciptakan manusia
sesempurna itu. Bayangkan lagi jika seluruh pengetahuan di jagad raya ini harus
kita telaah dan kita telan semuanya? Apakah sanggup kapasitas otak setiap
masing-masing individu menyimpan semua itu? Maka dari itulah, ilmu dipecahkan
menjadi kepingan-kepingan dalam wujud yang berbeda-beda. Dan disebar pada
individu yang berbeda-beda.
Bintang melakukan Supernova agar bintang yang mulanya besar
itu meretas pada benda-benda luar angkasa lain nya dan membentuk macam-macam
bintang yang baru. Begitu juga dengan ilmu. Ilmu diretas menjadi berbagai macam
bidang. Dan setiap masing-masing individu memiliki pengetahuan yang
berbeda-beda, sehingga mereka nantinya akan melakukan peran mereka
masing-masing dari ilmu yang mereka dapatkan.
Suatu hal yang berat tidak dapat dipikul sendiri, untuk itu
bintang melakukan Supernova. Untuk itu bintang meledak dan membelah diri dengan
lain nya, agar suatu hal berat yang tadinya ia pikul sendiri menjadi ringan jika
dibagi kepada yang lain.
Dan tentu saja tidak semua kepingan itu membentuk bintang
baru, ada beberapa kepingan tersebut yang diserap oleh Blackhole. Begitu juga
dengan ilmu. Sebagian untuk di kembangkan dan di berikan pada lain nya,
sebagian lagi untuk diserap sendiri. Maka kata “Balance” pun tetap menjadi
pedoman.
Comments
Post a Comment