Skip to main content

SUPERNOVA DAN SIKLUS ILMU



http://www.thebostoncalendar.com/system/events/photos/000/030/468/original/fig3.jpg?1443948617
Hubungan antara supernova dengan siklus ilmu manusia. Sebelumnya, kesimpulan dari kedua hubungan ini datang ketika gue tertarik dengan kata “Supernova” dari novel yang gue baca. Lalu gue pun mulai mencari-cari artikel tentang Supernova.
Dan, gue mulai semakin tertarik untuk menulisnya dikarenakan ada salah satu pembaca blog gue yang bertanya-tanya tentang Blackhole atau lubang hitam yang pasti nya sudah kalian ketahui apa itu.

Supernova mengingatkan bahwa sesempurna apapun sebuah tatanan, dapat dipastikan teori chaos selalu terselip. Bagaikan badai yang mencapai titik kritisnya.  Dimana suatu aktivitas kecil bintang dapat mempengaruhi semesta.

Apasih Supernova itu?
Supernova adalah ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi lebih banyak daripada Nova. Peristiwa Supernova menandai berakhirnya riwayat suatu bintang. Bintang yang mengalami Superova akan tampak sangat cemerlang dan bahkan kecemerlangan nya bisa mencapai ratusan juta kali cahaya semula bintang tersebut. Ledakan Supernova meruntuhkan sebagian besar material bintang dengan kecepatan 30.000 km/s (10% kecepatan cahaya) dan melepaskan gelombang kejut yang mampu memusnahkan medium antarbintang.

Lalu apa hubungan nya dengan siklus ilmu?
Ketika seseorang memiliki ilmu yang sangat banyak, maka ada dua pilihan. Ingin menjadi blackhole atau lebih tepatnya diserap sendiri, atau mengalami proses supernova yaitu memecahkan ilmu tersebut menjadi kepingan-kepingan yang bermakna. Lebih jelasnya, memberikan ilmu tersebut kepada orang-orang dan nantinya, orang-orang tersebut akan membentuk pikiran-pikiran baru, ilmu yang diberikan kepada mereka akan mereka kembangkan lagi menjadi sesuatu yang baru.

Ingin jadi apakah kalian, jika kalian adalah bintang-bintang cemerlang yang memiliki pengetahuan yang tinggi?

Blackhole? Ataukah Supernova?

Ibaratkan bahwa ilmu yang kita miliki adalah sebuah bintang di luar angkasa. Mengapa suatu bintang harus meledakkan dirinya? Karena gaya gravitasi pada bintang terlalu kuat dan massa bintang telah sampai pada titiknya. Begitu juga dengan ilmu. Bayangkan jika seorang ilmuan yang sangat sangat pintar dan memiliki pengetahuan bahkan IQ diatas rata-rata hanya menelan ilmu nya sendiri tanpa mengembangkan ilmu tersebut kepada orang lain atau kepada objek dalam jagad raya ini? Tuhan tidak akan menciptakan manusia sesempurna itu. Bayangkan lagi jika seluruh pengetahuan di jagad raya ini harus kita telaah dan kita telan semuanya? Apakah sanggup kapasitas otak setiap masing-masing individu menyimpan semua itu? Maka dari itulah, ilmu dipecahkan menjadi kepingan-kepingan dalam wujud yang berbeda-beda. Dan disebar pada individu yang berbeda-beda.

Bintang melakukan Supernova agar bintang yang mulanya besar itu meretas pada benda-benda luar angkasa lain nya dan membentuk macam-macam bintang yang baru. Begitu juga dengan ilmu. Ilmu diretas menjadi berbagai macam bidang. Dan setiap masing-masing individu memiliki pengetahuan yang berbeda-beda, sehingga mereka nantinya akan melakukan peran mereka masing-masing dari ilmu yang mereka dapatkan.              

Suatu hal yang berat tidak dapat dipikul sendiri, untuk itu bintang melakukan Supernova. Untuk itu bintang meledak dan membelah diri dengan lain nya, agar suatu hal berat yang tadinya ia pikul sendiri menjadi ringan jika dibagi kepada yang lain.

Dan tentu saja tidak semua kepingan itu membentuk bintang baru, ada beberapa kepingan tersebut yang diserap oleh Blackhole. Begitu juga dengan ilmu. Sebagian untuk di kembangkan dan di berikan pada lain nya, sebagian lagi untuk diserap sendiri. Maka kata “Balance” pun tetap menjadi pedoman.

http://img0.mxstatic.com/wallpapers/b6c11d7c33fbd8cce6afda331383b240_large.jpeg 

Comments

Popular posts from this blog

This Is Love or Not? (Part 1)

Aku melihat pria itu menatapku tanpa kata. Dia hanya diam melihat kedatangan ku. Penampilan nya berantakan, wajahnya muram, rambutnya tidak tersisir rapih seperti seseorang yang amat frustasi. Sangat berbeda dengan pria yang aku lihat dua tahun lalu. *back to memories*             Aku melihat seorang pria tampan dengan mata emas nya yang indah. terlarut dalam musik di headsetnya. Dia menoleh kepadaku sejenak lalu pergi menghampiri sekumpulan orang-orang kaya bertampang angkuh, teman-teman nya. Pria itu adalah orang yang sangat ku cintai. Tetapi aku sadar diri, dia memiliki dunia nya sendiri dan aku tidak mungkin memasuki dunianya itu. Dia saja tidak mengenaliku. Dan aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Sampai suatu “kebetulan” mempertemukan kami. Bukan takdir.             Aku memasukkan ipod kedalam saku jaket sambil mencari kelas baru ku. Suasana begitu asing, teta...

Can't or Not intention? (MOVE ON)

Banyak orang-orang sering mengeluh "gak bisa move on" atau "move on itu susah" dsb. Apalagi kalo gak bisa move on nya sampe 2 tahun lebih. What the hell are u?! Gue tau banget kalo move on emang susah banget, pake banget! Gue akuin itu. Tapi pendapat gue berubah ketika suatu saat gue menghadapi berbagai masalah. Bukan cuma masalah "gak bisa move on" gue aja, tapi juga masalah "gak bisa move on" temen-temen gue dan orang lain. Sampai suatu saat di tengah kesepian melanda dan gue duduk sendirian bersama pensil dan secarik kertas, berkutik, mencari-cari jawaban dan solusi dari masalah ini. Sampai akhirnya gue menemukan jawaban nya. Ya, jawaban nya adalah "NIAT". Sering sekali kita lupa dengan kata "NIAT" di dalam hidup kita ini. Wahai pembaca sekalian, sejak dulu kita telah diajarkan bahwa semua hal yang kita lakukan harus diawali dan didasari dengan sebuah "NIAT". Apapun yang kita lakukan, asalkan itu didasari denga...

Kisah Matahari dan Bulan, Bukan kisah ku.

Sedikit ingin ku, sesekali untuk menceritakan sebuah kisah. Entah kisah siapa dan apa ini. Hanya saja aku ingin menulisnya. Ini bukan kisah ku. Ini hanyalah kisah antara Matahari dan Bulan. Bukan kisah ku. Perkenalkan aku adalah matahari, matahari yang menyinari manusia di muka bumi. Tugasku adalah bersinar sendiri di tata surya yang gelap ini dan ketahuilah bahwa aku harus menyinari tanpa tahu caranya bersinar. Terkadang aku berpikir, aku tidak bisa menyinari diri ku sendiri, begitulah aku sampai suatu saat aku mendengar percakapan manusia di muka bumi saat itu. Ada beberapa dari miliyaran manusia ini membicarakan tentang “Yin dan Yang”. Aku mulai bertanya-tanya, apa itu?  Mereka meyebutku “Yang” lalu siapa yang mereka sebut “Yin”? Selama ini aku tidak pernah melihat sekeliling karena yang aku tahu, aku sedang sendiri. Lalu seorang anak manusia di muka bumi menyuruh ku untuk menoleh, ia menunjukkan tangan nya pada sebuah objek ciptaan Tuhan. Dan begitu aku menoleh...