Skip to main content

Keseimbangan Manusia



Bahkan Pancasila pun menerapkan konsep “balance”

Saya baru menyadari hal itu ketika saya mengikuti sebuah seminar nasional. Betapa takjub nya saya ketika mendengar sang inspirator itu berbicara. Ia menggerakkan hati saya untuk menulis pemikiran baru. Ini berhubungan dengan blog sebelum-sebelumnya yang berjudul “EVOLUSI KESADARAN” kali ini saya akan lebih fokus pada “Konsep Keseimbangan Manusia”.

Manusia adalah makhluk yang terus berkembang. Berkembang kearah kemanusiaan seutuhnya. Menjadi manusia yang sejati. Manusia terus memunculkan hal-hal baru, pertanyaan-pertanyaan, dan rasa penasaran. Tetapi akan menjadi sebuah ancaman jika manusia mulai berlebihan dalam pemikiran nya. Semua butuh keterbatasan. Untuk itu diperlukan sebuah konsep keseimbangan.

Manusia dengan akal budinya dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikat yang dapat dicapai oleh manusia. Manusia sejati adalah manusia yang bisa menyeimbangi dirinya dalam segala posisi. Keseimbangan adalah sebuah kebijaksanaan. 

Seperti yang dikatakan Plato, “Seseorang dapat dikatakan sempurna bila mana akhlak dan potensinya sudah seimbang”.

Dalam bahasa filsafat dinyatakan self-existence adalah sumber pengertian manusia akan segala sesuatu. Mulai dari;
1.       Kesadaran realita
2.       Self respect
3.       Self narcisme
4.       Egoisme
5.       Martabat kepribadian
6.       Perbedaan dan Persamaan
7.       Self realisasi (kesadaran akan potensi diri)

Apakah kalian menyadari ke tujuh hal tersebut di dalam diri kalian?

Jika saya bertanya, apa kemampuan yang kalian miliki dan apa kekurangan yang kalian miliki?

Apa yang kalian sukai dari diri kalian dan apa yang tidak kalian sukai dari diri kalian?

Lalu saya akan bertanya, siapakah kalian sebenarnya? Untuk apa kalian ada?

Apakah pada dasar nya manusia diciptakan dalam unsur positif atau sudah lahiriah memiliki unsur negatif?

Dan yang terakhir, Apakah kalian sudah mencintai diri kalian sendiri?

Jika kalian dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mudah, selamat kalian sudah mengenal diri kalian sendiri dan mulai mengembangkan kualitas diri menjadi manusia sejati.
Dari ketujuh hal tersebut, sebagai manusia kita perlu mengimbangi nya. Karena pada dasarnya manusia diciptakan dalam unsur keseimbangan. Pada kodrat nya, manusia adalah makhluk spiritual tetapi juga material. Manusia adalah makhluk individual, tetapi juga universal.
Bahkan di dalam Pancasila pun tanpa kalian sadari, prinsip-prinsip tersebut telah menjiwai. Dibalik kelima sila, ada makna bagaimana manusia seharusnya.
Pancasila menuntut kita untuk menjadi manusia yang seimbang. 

Begitu juga dalam berideologi atau berambisi. Orang yang terlalu beridealis memang bagus, karena mereka memiliki keteguhan dan tekad yang susah untuk digoyahkan. Akan tetapi itu juga akan mengancam diri mereka sendiri. Karena pada dasarnya, idealis adalah bentuk dari individualis. Idealis hanya diterapkan untuk diri sendiri dan bukan orang lain. Tidak semua orang dapat mengimbangi keidealisan tersebut. Terlalu beridealisme dapat menciptakan keegoisan, lalu memperumit segalanya hingga menjadi terlalu berat. Maka dari itu dalam beridealisme harus menerapkan prinsip balance.

Semua butuh keseimbangan. Antara hati dan pikiran harus seimbang begitu juga mulut dan telinga yang harus berimbang (Seimbang dalam Berbicara dan Mendengarkan).

Bahkan kejahatan dan kebaikan pun sebenarnya berimbang.

Seseorang yang pada dasarnya jahat, tetap memiliki sisi baik yang tulus tanpa diketahui orang lain. Karena manusia memiliki hati. Di dalam kehidupan dunia, yang terlalu jahat hanya akan dijauhi dan di benci. Dari kebencian itu, timbul lah kesepian yang membuat simpati dan ketulusan muncul dari lubuk yang terdalam. Meski seseorang itu menolak untuk mengakuinya.

Seseorang yang pada dasarnya baik, tetap memiliki sisi jahat sewaktu-waktu ketika menjadi makhluk individualis. Karena manusia memiliki akal. Di dalam kehidupan dunia, yang terlalu baik hanya akan di rendahkan, di bohongi, dan tidak dihargai. Karena banyak belajar dari pengalaman tersebut, pemikiran egois akan muncul untuk berantisipasi agar tidak jatuh di tempat yang sama.

Kesalahan dan Kebenaran pun berimbang.

Tanpa kesalahan, seseorang tidak akan pernah belajar. Pelajaran ada karena ada kesalahan. Kebenaran timbul karena ada kesalahan. Kalau tidak ada salah di dunia ini, tidak akan ada kata benar.

Begitu juga sebaliknya,

Tanpa kebenaran, manusia tidak akan tahu apa itu salah. Manusia tidak akan tahu mana yang salah. Kesalahan timbul karena ada kebenaran. 

Maka keseimbangan adalah sebuah pembatas dan alat ukur untuk mengetahui bagaimana porsi yang seharusnya.
Agar manusia tidak mengalami proses yang “terlalu”, “berlebih” atau “melampaui batas”.


Comments

Popular posts from this blog

This Is Love or Not? (Part 1)

Aku melihat pria itu menatapku tanpa kata. Dia hanya diam melihat kedatangan ku. Penampilan nya berantakan, wajahnya muram, rambutnya tidak tersisir rapih seperti seseorang yang amat frustasi. Sangat berbeda dengan pria yang aku lihat dua tahun lalu. *back to memories*             Aku melihat seorang pria tampan dengan mata emas nya yang indah. terlarut dalam musik di headsetnya. Dia menoleh kepadaku sejenak lalu pergi menghampiri sekumpulan orang-orang kaya bertampang angkuh, teman-teman nya. Pria itu adalah orang yang sangat ku cintai. Tetapi aku sadar diri, dia memiliki dunia nya sendiri dan aku tidak mungkin memasuki dunianya itu. Dia saja tidak mengenaliku. Dan aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Sampai suatu “kebetulan” mempertemukan kami. Bukan takdir.             Aku memasukkan ipod kedalam saku jaket sambil mencari kelas baru ku. Suasana begitu asing, teta...

Can't or Not intention? (MOVE ON)

Banyak orang-orang sering mengeluh "gak bisa move on" atau "move on itu susah" dsb. Apalagi kalo gak bisa move on nya sampe 2 tahun lebih. What the hell are u?! Gue tau banget kalo move on emang susah banget, pake banget! Gue akuin itu. Tapi pendapat gue berubah ketika suatu saat gue menghadapi berbagai masalah. Bukan cuma masalah "gak bisa move on" gue aja, tapi juga masalah "gak bisa move on" temen-temen gue dan orang lain. Sampai suatu saat di tengah kesepian melanda dan gue duduk sendirian bersama pensil dan secarik kertas, berkutik, mencari-cari jawaban dan solusi dari masalah ini. Sampai akhirnya gue menemukan jawaban nya. Ya, jawaban nya adalah "NIAT". Sering sekali kita lupa dengan kata "NIAT" di dalam hidup kita ini. Wahai pembaca sekalian, sejak dulu kita telah diajarkan bahwa semua hal yang kita lakukan harus diawali dan didasari dengan sebuah "NIAT". Apapun yang kita lakukan, asalkan itu didasari denga...

Kisah Matahari dan Bulan, Bukan kisah ku.

Sedikit ingin ku, sesekali untuk menceritakan sebuah kisah. Entah kisah siapa dan apa ini. Hanya saja aku ingin menulisnya. Ini bukan kisah ku. Ini hanyalah kisah antara Matahari dan Bulan. Bukan kisah ku. Perkenalkan aku adalah matahari, matahari yang menyinari manusia di muka bumi. Tugasku adalah bersinar sendiri di tata surya yang gelap ini dan ketahuilah bahwa aku harus menyinari tanpa tahu caranya bersinar. Terkadang aku berpikir, aku tidak bisa menyinari diri ku sendiri, begitulah aku sampai suatu saat aku mendengar percakapan manusia di muka bumi saat itu. Ada beberapa dari miliyaran manusia ini membicarakan tentang “Yin dan Yang”. Aku mulai bertanya-tanya, apa itu?  Mereka meyebutku “Yang” lalu siapa yang mereka sebut “Yin”? Selama ini aku tidak pernah melihat sekeliling karena yang aku tahu, aku sedang sendiri. Lalu seorang anak manusia di muka bumi menyuruh ku untuk menoleh, ia menunjukkan tangan nya pada sebuah objek ciptaan Tuhan. Dan begitu aku menoleh...