Gunanya kejujuran adalah untuk menghindari kesalahpahaman.
Seandainya kejujuran itu selalu di terapkan, maka tak ada
yang namanya salah terka.
Kebanyakan konflik timbul dari kesalahpahaman, kesalahpahaman
timbul karena ketidak jujuran.
Ketika dari kedua pihak saling tidak jujur, maka
masing-masing dari mereka akan memunculkan perspektif yang di buat buat tanpa
memikirkan fakta sebenarnya.
Masih lebih baik antara dua pihak, bagaimana jika dua
kelompok? Atau bahkan lebih? Akan semakin besar pertikaian yang awalnya hanya
sepercik api itu.
Dia tidak pernah tahu bagaimana saya. Sebenarnya kenapa
saya. Dia hanya menggunakan perspektifnya. Dan mulai termakan oleh lingkungan
luar.
Bahkan sebuah niatan baik dipandang buruk.
Serius, saya tidak pernah berniat buruk. Meskipun terlihat
fake, bahkan sekali pun fake itu benar adanya, saya tidak akan menjahati.
Ketahuilah, kata-kata tajam dari mulut anda justru
memperlihatkan bahwa begitulah anda yang sebenarnya.
Jangan iri, anda masih jauh lebih terdepan daripada saya. Saya
bukan apa-apa. Haruskah ada kompetisi?
Atau bagaimana dengan konflik lain nya? Seperti antara
wanita dengan pria.
Ketika sang pria selalu merasa salah, padahal sang wanita
pun merasa bahwa dirinya lah yang selalu salah. Dan keduanya saling menyalahkan
diri masing-masing.
Atau dari sebuah kegengsian seseorang ketika sebenarnya ia
tidak bermaksud menyakiti, hanya karena gengsi yang tinggi ia melontarkan
kata-kata yang keterlaluan. Niatnya hanya untuk menutupi kegengsian nya, akan
tetapi sang lawan bicara akan mengambil perspektifnya sendiri tanpa mengetahui
bagaimana faktanya. Sehingga sang lawan bicara pun juga akan melontarkan
kata-kata “jual mahal” nya yang dapat menyakiti balik. Alhasil keduanya hanya
saling menyakiti perasaan satu sama lain.
Cobalah bersikap to the point, jika iya katakan iya. Jika
tidak katakan tidak. Jangan iya tetapi tidak dan tidak tetapi iya.
Jika ingin
tahu bertanyalah, jika ingin di mengerti ungkapkanlah.
Ingat, anda bukan
Matematika atau pun Fisika. Dan mereka bukan lah Albert Einsten ataupun Issac
Newton.
Comments
Post a Comment