Untuk yang tidak pernah tahu diri.
Anda memang hebat. Ya, saya hargai itu.
Bahkan saya pun terkagum kagum pada anda.
Tapi apa anda sekarang?
Saya salah mengenal anda.
Saya tahu anda orang yang baik, tetapi anda terlalu nyaman dalam permainan jahat anda.
Hei, sadarkah kamu?
Kami yang menemani mu dari awal.
Dari mulai kamu bukan menjadi siapa siapa.
Aku. Aku yang mengenalkan duniaku padamu.
Mengajarkan mu bagaimana caranya percaya diri meski aku sendiri tidak percaya diri.
Tak ingin pamrih. Tapi apa jadinya kamu sekarang?
Dasar monster tidak berperasaan.
Anda hanya menginginkan semua situasi sesuai dengan yg anda harapkan.
Hei, ini bumi bersama. Bukan bumi mu saja.
Ini langitku bukan langitmu saja.
Apasih yang merubah mu?
Bahkan aku sama sekali tak mengenali mu sekarang.
Bahagiakah kamu seperti ini wahai sang kacang yang melupakan kulitnya?
Jika ingin berhitung, yang saya lakukan untuk kamu jauh lebih banyak daripada yang kamu lakukan untuk saya.
Sadarkah kamu itu?
Astaga, permohonan tolong ku saja tidak kau tanggapi.
Tangan ku saja tidak kau gapai.
Sedangkan mereka dengan mudah kau utamakan.
Kamu adalah penghuni masa lalu bukan?
Lalu mengapa kamu tidak mengingat masa lalu mu yg lain nya?
Yang kamu ingat hanya masa lalu yg itu itu dan itu saja.
Saya muak.
Rasanya saya ingin mengeluarkan semua amarah saya di depan kamu.
Bahkan yang selalu hadir untukmu saja tidak pernah kau syukuri itu.
Bahagia kah kamu seperti ini wahai sang penakluk akademik?
Kami ada untukmu.
Kami yang tertawa bersamamu.
Kami yang mendekor semua untukmu.
Kami yang berniat memberi kejutan kejutan manis untukmu.
Kami yang selalu mengajakmu.
Bahkan kami yang mendukungmu!!
Tapi apa kamu kepada kami?
Kejam.
Benar kata orang, ribuan kebaikan seseorang tidak pernah di ingat. Tetapi satu kesalahan seseorang di ingat ribuan kali. Ironis.
Kamulah ke ironisan itu.
Sial, aku benar benar marah sekarang.
Akalmu memang dewasa. Tetapi hatimu jauh dari dewasa.
Kami, terutama aku.. memang amat sangat membutuhkan mu. Tetapi jika kamu seperti ini, kami pun juga sakit hati.
Anda memang hebat. Ya, saya hargai itu.
Bahkan saya pun terkagum kagum pada anda.
Tapi apa anda sekarang?
Saya salah mengenal anda.
Saya tahu anda orang yang baik, tetapi anda terlalu nyaman dalam permainan jahat anda.
Hei, sadarkah kamu?
Kami yang menemani mu dari awal.
Dari mulai kamu bukan menjadi siapa siapa.
Aku. Aku yang mengenalkan duniaku padamu.
Mengajarkan mu bagaimana caranya percaya diri meski aku sendiri tidak percaya diri.
Tak ingin pamrih. Tapi apa jadinya kamu sekarang?
Dasar monster tidak berperasaan.
Anda hanya menginginkan semua situasi sesuai dengan yg anda harapkan.
Hei, ini bumi bersama. Bukan bumi mu saja.
Ini langitku bukan langitmu saja.
Apasih yang merubah mu?
Bahkan aku sama sekali tak mengenali mu sekarang.
Bahagiakah kamu seperti ini wahai sang kacang yang melupakan kulitnya?
Jika ingin berhitung, yang saya lakukan untuk kamu jauh lebih banyak daripada yang kamu lakukan untuk saya.
Sadarkah kamu itu?
Astaga, permohonan tolong ku saja tidak kau tanggapi.
Tangan ku saja tidak kau gapai.
Sedangkan mereka dengan mudah kau utamakan.
Kamu adalah penghuni masa lalu bukan?
Lalu mengapa kamu tidak mengingat masa lalu mu yg lain nya?
Yang kamu ingat hanya masa lalu yg itu itu dan itu saja.
Saya muak.
Rasanya saya ingin mengeluarkan semua amarah saya di depan kamu.
Bahkan yang selalu hadir untukmu saja tidak pernah kau syukuri itu.
Bahagia kah kamu seperti ini wahai sang penakluk akademik?
Kami ada untukmu.
Kami yang tertawa bersamamu.
Kami yang mendekor semua untukmu.
Kami yang berniat memberi kejutan kejutan manis untukmu.
Kami yang selalu mengajakmu.
Bahkan kami yang mendukungmu!!
Tapi apa kamu kepada kami?
Kejam.
Benar kata orang, ribuan kebaikan seseorang tidak pernah di ingat. Tetapi satu kesalahan seseorang di ingat ribuan kali. Ironis.
Kamulah ke ironisan itu.
Sial, aku benar benar marah sekarang.
Akalmu memang dewasa. Tetapi hatimu jauh dari dewasa.
Kami, terutama aku.. memang amat sangat membutuhkan mu. Tetapi jika kamu seperti ini, kami pun juga sakit hati.
Comments
Post a Comment