Kepada mu,
Bulan sabit yang berpijak dilangit
Kau tahu apa yang membuatmu indah dari pada yang lain?
Lekuk sabit itu yang membentuk senyum tulus
Menggambarkan betapa baik nya diri mu
Dari jarak ini aku bersyukur dapat menjadi salah satu alasan
dari terbentuk nya lekuk itu
Terkadang, aku ingin sekali melengkapi sebagian dari lekuk
itu
Menyatu dan menjadi Purnama
Namun di setiap fajar aku sadar,
Aku tak pernah memiliki celah untuk itu
Meski setiap kali aku melihat mu sebagai cermin
Dan percik sungai memantulkan persamaan kita
Namun seluruh langit tahu, bahwa sosok yang sudah lama berlabuh,
Tidak dapat tergantikan
Aku tidak pernah bisa menggantikan sosok itu, sepertinya?
Maka aku ingin menjadi diriku sendiri
Memperlihatkan mu
bagaimana cahayaku menderang
Berusaha untuk tidak membuat kesalahan seperti yang sosok
lain lakukan
Maka langit pun mendengar doa ku
Ia menghentikan waktu malam hanya untuk beberapa saat
Memperpanjang sedikit malam untuk memberi keajaiban
Dan aku membiarkan diriku untuk bahagia walau hanya sesaat
Kepadamu bulan sabit,
Terima Kasih Atas kenangan yang singkat ini
Terima kasih Karena telah memperbolehkan ku berdiri
disampingmu
Terima kasih karena telah memperbolehkan ku menemani tawa mu
Terima kasih karena telah memberiku kesempatan untuk
berusaha
Terima kasih karena telah membawaku pada pengalaman
pengalaman baru yang belum pernah ku coba
Terima kasih untuk pedulimu
Namun kini, aku rasa sudah cukup.
Aku berhenti.

Comments
Post a Comment