Saya selalu bertanya kenapa?
Kenapa setiap sosok pangeran di cerita dongeng adalah pria
yang tampan, gagah berani, dan kaya raya?
Ah, tentu saja karena ia adalah seorang pangeran. Calon
pemegang tahta kerajaan.
Kalau begitu saya akan mengganti pertanyaan. Kenapa setiap sosok pria utama dalam kisah cinta di dongeng
adalah seorang pangeran? Mengapa tidak seorang penjaga toko roti? Mengapa tidak
seorang pengawal? Mengapa tidak seorang medis kerajaan? Mengapa tidak seorang
pemilik bar? Mengapa bukan seorang guru?
Bukan kah penulis-penulis dongeng tersebut adalah pemanipulasi
kenyataan? Memberikan
harapan-harapan nihil yang tak sesuai. Memberikan kesempatan untuk pria-pria
kaya dan tampan mendapatkan wanita cantik yang malang. Dan memberikan
keputusasaan pada pria-pria sebaliknya,
karena tidak memiliki kesempatan untuk bersinar di benak para wanita.
Kalau begitu. Mengapa tidak seorang putri kaya raya menikahi
pria penjaga toko roti? Atau menikahi seorang pengawal kerajaan?
Tidak hanya dongeng, novel berbau romantisme pun selalu
menggambarkan sosok pria ideal yang sangat di impi-impikan. Pria dengan wajah
tampan, kaya raya, keren, gagah, ada yang digambarkan dengan baik hati, bahkan ada
juga yang bad boy.
Akhirnya, banyak wanita berharap mendapatkan pria yang
seperti itu. Pria ideal. Jika ditanya, para wanita tersebut akan berharap
mendapatkan calon pasangan hidup sehebat kisah romantisme. Tapi pada kenyataan
nya, semua harus berpikir realistis. Tidak semua sesuai dengan harapan. Dan
tidak semua sesuai dengan kenyataan. Dari ratusan triliun manusia di bumi ini,
tidak mungkin semua akan menjadi
pangeran.
Lalu bagaimana mengatasinya? Bagaimana mengatasi
ketidaksesuaian harapan tersebut?
Jika kita tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan yang
kita inginkan dari diri orang lain, maka kita harus mewujudkan nya pada diri
sendiri.Jika kamu berharap ingin mendapatkan pasangan ideal, maka berhentilah
berharap. Jangan menunggu. Wujudkan harapan itu dengan menjadi sesosok yang
kita inginkan tersebut. Sesosok yang ideal.
Begini contohnya, jika kamu berharap mendapatkan pasangan
yang tampan, maka berhentilah mengharapkan nya. Wujudkanlah dengan mempercantik
diri. Buatlah diri kalian cantik. Jadi, jika kenyataan tidak sesuai dengan
harapan, jika pasangan mu tidak memiliki apa yang kamu inginkan, maka kamu lah
yang memilikinya.
Jika kamu berharap mendapatkan pasangan yang kaya, maka
berhentilah berharap. Wujudkan lah dengan memperkaya dirimu sendiri. Buatlah
dirimu menghasilkan banyak uang. Kamu tidak perlu menunggu sesuatu yang kamu
inginkan tersebut diwujudkan orang lain. Wujudkan lah dengan diri sendiri.
Jika kamu berharap mendapatkan pasangan yang pintar, maka
berhentilah berharap. Wujudkan lah dengan membuat dirimu sendiri menjadi
seseorang yang pintar. Cerdas. Jangan menunggu seseorang mewujudkan keinginan
mu, dengan menjadikan mereka sesuai keinginanmu. Jika pasanganmu tidak memiliki apa yang kamu inginkan, maka kamu lah yang memilikinya.
Jika kamu berharap mendapatkan pasangan yang sholeh, maka
berhentilah berharap. Wujudkan lah dengan membuat dirimu menjadi seseorang yang sholeh. Tidak perlu menunggu seseorang memenuhi keinginan mu. Penuhilah dengan
usaha sendiri.
Berhentilah menunggu.
Berhentilah meminta. Keajaiban dibuat dari sebuah pilihan. Keajaiban dibuat
dari sebuah tindakan. Bukan penantian.
Kalian mengharapkan seseorang yang ideal? Lalu tanya kembali
pada diri sendiri. Apakah diri kalian sudah ideal? Memang nya sosok yang ideal
itu mau menerima kalian yang tidak ideal?
Jika kalian berada pada posisi orang tersebut bagaimana?
Kecewa kan? Kalau begitu apabila kekurangan kalian ingin diterima oleh sesosok yang ideal,
maka kalian juga harus bisa menerima kekurangan seseorang. Jangan mengharapkan
sesuatu yang tinggi jika kalian sendiri tidak bisa menjadi tinggi.
Sadar diri. Rendah hati. Dan pantaskan diri.


These words speaks my mind, princess. Intinya begini : " Jika kita mendambakan sesuatu, maka kita harus memantaskan diri untuk dapat menerima apa yang kita dambakan " Semuanya harus selaras. Itu adalah keharusan.
ReplyDeletePemikiran seperti ini juga bisa membantu gadis - gadis muda untuk berhenti menjadi penuntut semata, dan di saat yang sama, pria - prianya juga sadar bahwa mereka harus punya kualitas. Sebenarnya idealisme kita itu engga seharusnya kita beratkan ke orang lain. Dan utk itu, my favorite line from your writing will be : " Jika kita tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan yang kita inginkan dari diri orang lain, maka kita harus mewujudkan nya pada diri sendiri.Jika kamu berharap ingin mendapatkan pasangan ideal, maka berhentilah berharap. Jangan menunggu. Wujudkan harapan itu dengan menjadi sesosok yang kita inginkan tersebut. Sesosok yang ideal "
Really a smart reader. Selalu terpukau sama komen kamu <3
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDelete