Skip to main content

Kimi no na wa "Siapa nama mu?"







This night feels so emotionally..

Rain..

Night..

Piano..

Alone..

And,

Kimi no na wa..

The movie.

So touched.


Kimi no na wa

Sebuah anime movie yang menceritakan sebuah kisah. Dimana takdir cinta itu ternyata indah.
Film ini berhasil masuk kedalam top rating film dunia. Hanya beberapa bioskop yang menayangkan film ini, salah satunya adalah Blitz.


Awalnya saya penasaran, kenapa film ini banyak sekali dibicarakan oleh orang-orang bahkan mereka yang tidak suka nonton anime pun berkata film ini bagus. Lalu banyak sekali online news yang membicarakan ini dimana-mana. Sampai ada yang berkata “Film ini menang awards loh!”. Masa sih? Padahal kalau dari poster kayanya biasa aja. Tapi entah kenapa background nya yang bergambar 2 buah meteor di senja menjelang malam menjatuhkan hati saya untuk menonton film ini. Dan saya semakin penasaran ketika salah satu senior saya berkata “Pokonya di tonton aja dulu, bagus banget” Padahal dia laki-laki. Dan, oke akhirnya saya nonton.


Di 30 menit pertama anda akan bertanya tanya, loh ini mereka kenapa? Dan kalian akan dibuat tertawa.. Bagaimana tidak.. *ups tidak boleh spoiler. Setelah 30 menit ini barulah cerita mulai serius.
Lalu di awal nonton saya berpendapat “Ah kayanya bisa ditebak nih ceritanya” tapi BOOM!! Ternyata saya tidak menduga jalan ceritanya akan seperti itu. Perasaan saya dibawa naik dan jatuh berkali-kali. Terlalu DEEP. 




Bagaimana perjuangan keduanya untuk bertemu begitu menyentuh hati saya. Dan perpisahan memang selalu menitikkan air mata. Tapi saya tidak bisa bilang, ini Happy Ending atau Sad Ending. Karena, ya.. memang tidak bisa di duga.

Kimi No Na Wa (Siapakah Nama Mu?)

Siapa nama mu?
Siapa?



Dari judulnya saja kalian bisa menebak bahwa ya, di dalam cerita ini, sebuah nama adalah penting.
Bagaimana tidak, kedua orang yang sama sama tidak mengenal satu sama lain. Dari awal sampai akhir, sang kedua tokoh tidak mengetahui nama masing-masing. Lalu bagaiman cerita ini bisa berjalan? Bahkan nama saja tidak diketahui? Ya, nonton aja dulu.. wkwkwk



Ada sebuah kata dan soundtrack yang membuat saya menangis ketika mendengarnya,
“KATAWARE DOKI” atau bisa disebut dengan “Twilight”. Dan kalian harus dengerin instrument Kataware Doki ini karena piano nya benar benar terasa berbicara.
Clue dari film ini adalah, 2 insan, Nama, Waktu, dan Komet/Meteor.



Kimi No Na Wa (What is your name?)




Menceritakan seorang wanita dan pria yang tinggal di tempat yang berbeda. Yang satu adalah pria dengan rutinitas perkotaan, dan yang satu lagi adalah gadis yang tinggal di desa dan tau adat. Mereka berdua dipertemukan lewat takdir yang tidak pernah disangka. Keduanya tidak pernah bertemu. Tidak pernah saling mengenal. Dan tidak tahu nama masing-masing. Kegagalan selalu menghampiri mereka untuk dipertemukan sekalipun nama. Tetapi mereka saling terhubung satu sama lain lewat takdir aneh yang mereka alami. (Gak mau ngasih tau apa). Suatu hari, ketika mulai terbiasa dengan takdir itu, tiba-tiba takdir itu berhenti. Dan jalan cerita pun mulai dibuat penasaran, sebenarnya ada apa? Lalu apa hubungan nya dengan sebuah desa yang hilang dari peta semenjak kejadian 3 tahun yang lalu? Dua buah komet pun yang akan menentukan mereka, dipertemukan atau tidak. Lewat bantuan KATAWARE DOKI / Twilight. Banyak teka teki yang di sisipkan di film ini sehingga kalian akan bertanya tanya, sebenernya kenapa sih? Permainan ruang dan waktu akan di sisipkan di film ini. Bagaimana perjuangan mereka bertemu satu sama lain. Kisah ini benar-benar menyentuh. Saya akui, ini anime movie kedua yang terbagus selain dari Anohana. Untuk wanita, siap siapin tissue.



4 thumbs up untuk film ini!!

Dan yang semakin menjadi plus untuk film ini, latar belakang dan estetika gambar yang ber-tema science fiction dan supernatural ini amat sangat indah dan luar biasa.. cantik..



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

This Is Love or Not? (Part 1)

Aku melihat pria itu menatapku tanpa kata. Dia hanya diam melihat kedatangan ku. Penampilan nya berantakan, wajahnya muram, rambutnya tidak tersisir rapih seperti seseorang yang amat frustasi. Sangat berbeda dengan pria yang aku lihat dua tahun lalu. *back to memories*             Aku melihat seorang pria tampan dengan mata emas nya yang indah. terlarut dalam musik di headsetnya. Dia menoleh kepadaku sejenak lalu pergi menghampiri sekumpulan orang-orang kaya bertampang angkuh, teman-teman nya. Pria itu adalah orang yang sangat ku cintai. Tetapi aku sadar diri, dia memiliki dunia nya sendiri dan aku tidak mungkin memasuki dunianya itu. Dia saja tidak mengenaliku. Dan aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Sampai suatu “kebetulan” mempertemukan kami. Bukan takdir.             Aku memasukkan ipod kedalam saku jaket sambil mencari kelas baru ku. Suasana begitu asing, teta...

Can't or Not intention? (MOVE ON)

Banyak orang-orang sering mengeluh "gak bisa move on" atau "move on itu susah" dsb. Apalagi kalo gak bisa move on nya sampe 2 tahun lebih. What the hell are u?! Gue tau banget kalo move on emang susah banget, pake banget! Gue akuin itu. Tapi pendapat gue berubah ketika suatu saat gue menghadapi berbagai masalah. Bukan cuma masalah "gak bisa move on" gue aja, tapi juga masalah "gak bisa move on" temen-temen gue dan orang lain. Sampai suatu saat di tengah kesepian melanda dan gue duduk sendirian bersama pensil dan secarik kertas, berkutik, mencari-cari jawaban dan solusi dari masalah ini. Sampai akhirnya gue menemukan jawaban nya. Ya, jawaban nya adalah "NIAT". Sering sekali kita lupa dengan kata "NIAT" di dalam hidup kita ini. Wahai pembaca sekalian, sejak dulu kita telah diajarkan bahwa semua hal yang kita lakukan harus diawali dan didasari dengan sebuah "NIAT". Apapun yang kita lakukan, asalkan itu didasari denga...

Kisah Matahari dan Bulan, Bukan kisah ku.

Sedikit ingin ku, sesekali untuk menceritakan sebuah kisah. Entah kisah siapa dan apa ini. Hanya saja aku ingin menulisnya. Ini bukan kisah ku. Ini hanyalah kisah antara Matahari dan Bulan. Bukan kisah ku. Perkenalkan aku adalah matahari, matahari yang menyinari manusia di muka bumi. Tugasku adalah bersinar sendiri di tata surya yang gelap ini dan ketahuilah bahwa aku harus menyinari tanpa tahu caranya bersinar. Terkadang aku berpikir, aku tidak bisa menyinari diri ku sendiri, begitulah aku sampai suatu saat aku mendengar percakapan manusia di muka bumi saat itu. Ada beberapa dari miliyaran manusia ini membicarakan tentang “Yin dan Yang”. Aku mulai bertanya-tanya, apa itu?  Mereka meyebutku “Yang” lalu siapa yang mereka sebut “Yin”? Selama ini aku tidak pernah melihat sekeliling karena yang aku tahu, aku sedang sendiri. Lalu seorang anak manusia di muka bumi menyuruh ku untuk menoleh, ia menunjukkan tangan nya pada sebuah objek ciptaan Tuhan. Dan begitu aku menoleh...