Skip to main content

TUJUAN, BALANCE, RANTAI DAN AKAR



        


Semua manusia pasti memiliki sebuah tujuan di hidupnya. Kita masing-masing pun memiliki tujuan awal. Tetapi tanpa kita sadari, kita telah melupakan apa tujuan yang kita miliki sebenarnya. 

Pernahkah kalian sadari, bahwa hidup ini bagai dunia fana. Bayangkan bahwa manusia manusia di sekelilng kita adalah sebuah miniatur yang bernafas, dan bumi ini adalah papan nya. Bayangkan bahwa masalah yang ada di dunia ini adalah sebuah halusinasi yang kita perbuat sendiri dan harus kita hapus sendiri. Karena jika tidak, kita akan terus terjebak di dalam halusinasi tersebut. 

Dunia ini fana. Kita masing-masing memiliki tujuan yang ingin kita capai, akan tetapi ketika kita masuk kedalam kehidupan yang fana ini, kita lupa apa tujuan kita sebenarnya. Kita terpengaruh oleh sebuah kefanaan di dunia ini. Yang tadinya kita adalah diri kita sendiri, kini kita mulai ikut berbaur menjadi bagian dari miniatur-miniatur yang bergerak dan bernafas itu. Coba pejamkan mata kalian dan bayangkan bahwa dunia ini kosong. Anggap kalian hidup sendiri, anggap bahwa kalian tidak memiliki teman dan keluarga. Apa yang akan kalian cari? Kalian pasti mulai menuliskan tujuan tujuan kalian di dalam pikiran, karena tidak ada satupun yang mengganggu dan mengecoh tujuan tujuan itu, karena tidak ada miniatur-miniatur dan halusinasi yang kalian ciptakan.
Anggaplah kali ini kita sedang tidak membicarakan surga dan neraka, karena semua pasti tahu itulah tujuan akhir. Akan tetapi yang sedang kita bicarakan adalah tujuan tujuan di atas papan yang sedang kita pijaki ini. Yang mana menentukan siapa kita sebenarnya.

Tujuan bagaikan golongan. Hidup ini memiliki beberapa golongan atau divisi. Golongan atau divisi tersebut adalah Cinta, Ikatan, Uang, dan Ilmu. Dan kita semua berasal dari salah satu divisi tersebut. Orang yang berasal dari divisi Cinta, adalah orang-orang yang memiliki tujuan mencari sebuah kasih sayang. Orang yang berasal dari divisi Ikatan, adalah orang-orang yang memiliki tujuan mencari sebuah kekeluargaan. Orang yang berasal dari divisi Uang, adalah orang-orang yang memiliki tujuan mencari harta. Dan orang yang berasal dari divisi Ilmu, adalah orang-orang yang memiliki tujuan mencari pengetahuan dan mengejar karir nya. Dan masuk ke dalam divisi apakah kalian? Apa yang paling kalian cari diantara golongan-golongan tersebut?

Coba perhatikan, andaikan kalian berasal dari divisi Cinta, akan tetapi kalian bertemu dengan orang-orang yang berasal dari divisi Uang. Dan halusinasi kalian pun merubah arah kalian,tiba-tiba saja  kalian mulai merasa nyaman untuk menetap di divisi Uang tersebut, akhirnya kalian melupakan divisi asal mula kalian dan menjadi seseorang yang gila harta tanpa mendapatkan kasih sayang.
Contohnya lagi, andaikan kalian berasal dari divisi Keluarga, akan tetapi kalian bertemu dengan orang-orang dari divisi Ilmu. Kalian pun akan berubah menjadi seseorang yang gila ilmu dan melupakan ikatan kekeluargaan dengan keluarga maupun teman. Begitu juga dengan yang gila ilmu tanpa mendapatkan kasih sayang.

Atau kebalikan nya, andaikan kalian dari divisi Ilmu dan bertemu dengan orang dari divisi Cinta. Begitu kalian mulai merasa nyaman, kalian akan menjadi seseorang yang gila Cinta tanpa ilmu, lebih tepatnya menjadi bodoh karena cinta. Semua divisi memiliki pengaruh yang sangat kuat dan dapat merubah asal mula kita, asal divisi kita, asal tujuan kita.

Lalu manakah yang lebih baik? Jawaban nya adalah orang-orang yang dapat masuk ke dalam semua divisi tersebut tanpa menyerap pengaruh apapun. Yaitu orang-orang yang “BALANCE”. Orang-orang yang Balance, dapat berpindah pindah divisi tanpa melupakan divisi asalnya. Ia dapat dengan mudah memasuki semua divisi dan diterima oleh semua divisi tersebut. 

Semua yang kita lakukan di dalam hidup ini haruslah balance. Bagaimana caranya agar kita bisa menyeimbangkan semua tujuan dan kebutuhan kita. Kita harus berpikir dari segala divisi atau dari segala pihak, agar kita bisa menjadi Balance. Apapun yang kalian lakukan, jangan pernah berat sebelah atau berpihak hanya di satu pihak. Berpikirlah dari segala arah agar kalian tidak termakan oleh halusinasi yang telah kalian ciptakan.

Hidup ini bagaikan rantai dan akar. Dimana setiap manusia sebenarnya saling terhubung satu sama lain bagaikan rantai yang saling berhubungan dan berkaitan lalu membentuk sebuah lingkaran yang besar. Dan masalah yang dialami manusia bagaikan akar pohon yang memiliki banyak cabang yang rumit. Akan tetapi karena akar itulah, sebuah pohon dapat berdiri tegak, kokoh, dan kuat. Karena masalah lah yang membuat manusia menjadi seseorang yang kuat dan dapat berdiri tegak.

Comments

Popular posts from this blog

This Is Love or Not? (Part 1)

Aku melihat pria itu menatapku tanpa kata. Dia hanya diam melihat kedatangan ku. Penampilan nya berantakan, wajahnya muram, rambutnya tidak tersisir rapih seperti seseorang yang amat frustasi. Sangat berbeda dengan pria yang aku lihat dua tahun lalu. *back to memories*             Aku melihat seorang pria tampan dengan mata emas nya yang indah. terlarut dalam musik di headsetnya. Dia menoleh kepadaku sejenak lalu pergi menghampiri sekumpulan orang-orang kaya bertampang angkuh, teman-teman nya. Pria itu adalah orang yang sangat ku cintai. Tetapi aku sadar diri, dia memiliki dunia nya sendiri dan aku tidak mungkin memasuki dunianya itu. Dia saja tidak mengenaliku. Dan aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Sampai suatu “kebetulan” mempertemukan kami. Bukan takdir.             Aku memasukkan ipod kedalam saku jaket sambil mencari kelas baru ku. Suasana begitu asing, teta...

Can't or Not intention? (MOVE ON)

Banyak orang-orang sering mengeluh "gak bisa move on" atau "move on itu susah" dsb. Apalagi kalo gak bisa move on nya sampe 2 tahun lebih. What the hell are u?! Gue tau banget kalo move on emang susah banget, pake banget! Gue akuin itu. Tapi pendapat gue berubah ketika suatu saat gue menghadapi berbagai masalah. Bukan cuma masalah "gak bisa move on" gue aja, tapi juga masalah "gak bisa move on" temen-temen gue dan orang lain. Sampai suatu saat di tengah kesepian melanda dan gue duduk sendirian bersama pensil dan secarik kertas, berkutik, mencari-cari jawaban dan solusi dari masalah ini. Sampai akhirnya gue menemukan jawaban nya. Ya, jawaban nya adalah "NIAT". Sering sekali kita lupa dengan kata "NIAT" di dalam hidup kita ini. Wahai pembaca sekalian, sejak dulu kita telah diajarkan bahwa semua hal yang kita lakukan harus diawali dan didasari dengan sebuah "NIAT". Apapun yang kita lakukan, asalkan itu didasari denga...

Kisah Matahari dan Bulan, Bukan kisah ku.

Sedikit ingin ku, sesekali untuk menceritakan sebuah kisah. Entah kisah siapa dan apa ini. Hanya saja aku ingin menulisnya. Ini bukan kisah ku. Ini hanyalah kisah antara Matahari dan Bulan. Bukan kisah ku. Perkenalkan aku adalah matahari, matahari yang menyinari manusia di muka bumi. Tugasku adalah bersinar sendiri di tata surya yang gelap ini dan ketahuilah bahwa aku harus menyinari tanpa tahu caranya bersinar. Terkadang aku berpikir, aku tidak bisa menyinari diri ku sendiri, begitulah aku sampai suatu saat aku mendengar percakapan manusia di muka bumi saat itu. Ada beberapa dari miliyaran manusia ini membicarakan tentang “Yin dan Yang”. Aku mulai bertanya-tanya, apa itu?  Mereka meyebutku “Yang” lalu siapa yang mereka sebut “Yin”? Selama ini aku tidak pernah melihat sekeliling karena yang aku tahu, aku sedang sendiri. Lalu seorang anak manusia di muka bumi menyuruh ku untuk menoleh, ia menunjukkan tangan nya pada sebuah objek ciptaan Tuhan. Dan begitu aku menoleh...