Semua manusia pasti memiliki
sebuah tujuan di hidupnya. Kita masing-masing pun memiliki tujuan awal. Tetapi
tanpa kita sadari, kita telah melupakan apa tujuan yang kita miliki sebenarnya.
Pernahkah kalian sadari, bahwa
hidup ini bagai dunia fana. Bayangkan bahwa manusia manusia di sekelilng kita
adalah sebuah miniatur yang bernafas, dan bumi ini adalah papan nya. Bayangkan
bahwa masalah yang ada di dunia ini adalah sebuah halusinasi yang kita perbuat
sendiri dan harus kita hapus sendiri. Karena jika tidak, kita akan terus
terjebak di dalam halusinasi tersebut.
Dunia ini fana. Kita masing-masing
memiliki tujuan yang ingin kita capai, akan tetapi ketika kita masuk kedalam
kehidupan yang fana ini, kita lupa apa tujuan kita sebenarnya. Kita terpengaruh
oleh sebuah kefanaan di dunia ini. Yang tadinya kita adalah diri kita sendiri,
kini kita mulai ikut berbaur menjadi bagian dari miniatur-miniatur yang
bergerak dan bernafas itu. Coba pejamkan mata kalian dan bayangkan bahwa dunia
ini kosong. Anggap kalian hidup sendiri, anggap bahwa kalian tidak memiliki teman
dan keluarga. Apa yang akan kalian cari? Kalian pasti mulai menuliskan tujuan
tujuan kalian di dalam pikiran, karena tidak ada satupun yang mengganggu dan
mengecoh tujuan tujuan itu, karena tidak ada miniatur-miniatur dan halusinasi
yang kalian ciptakan.
Anggaplah kali ini kita sedang tidak membicarakan surga dan
neraka, karena semua pasti tahu itulah tujuan akhir. Akan tetapi yang sedang
kita bicarakan adalah tujuan tujuan di atas papan yang sedang kita pijaki ini.
Yang mana menentukan siapa kita sebenarnya.
Tujuan bagaikan golongan. Hidup
ini memiliki beberapa golongan atau divisi. Golongan atau divisi tersebut
adalah Cinta, Ikatan, Uang, dan Ilmu. Dan kita semua berasal dari salah satu
divisi tersebut. Orang yang berasal dari divisi Cinta, adalah orang-orang yang
memiliki tujuan mencari sebuah kasih sayang. Orang yang berasal dari divisi
Ikatan, adalah orang-orang yang memiliki tujuan mencari sebuah kekeluargaan.
Orang yang berasal dari divisi Uang, adalah orang-orang yang memiliki tujuan
mencari harta. Dan orang yang berasal dari divisi Ilmu, adalah orang-orang yang
memiliki tujuan mencari pengetahuan dan mengejar karir nya. Dan masuk ke dalam
divisi apakah kalian? Apa yang paling kalian cari diantara golongan-golongan
tersebut?
Coba perhatikan, andaikan kalian berasal dari divisi Cinta,
akan tetapi kalian bertemu dengan orang-orang yang berasal dari divisi Uang.
Dan halusinasi kalian pun merubah arah kalian,tiba-tiba saja kalian mulai merasa nyaman untuk menetap di
divisi Uang tersebut, akhirnya kalian melupakan divisi asal mula kalian dan
menjadi seseorang yang gila harta tanpa mendapatkan kasih sayang.
Contohnya lagi, andaikan kalian berasal dari divisi
Keluarga, akan tetapi kalian bertemu dengan orang-orang dari divisi Ilmu.
Kalian pun akan berubah menjadi seseorang yang gila ilmu dan melupakan ikatan
kekeluargaan dengan keluarga maupun teman. Begitu juga dengan yang gila ilmu
tanpa mendapatkan kasih sayang.
Atau kebalikan nya, andaikan kalian dari divisi Ilmu dan
bertemu dengan orang dari divisi Cinta. Begitu kalian mulai merasa nyaman,
kalian akan menjadi seseorang yang gila Cinta tanpa ilmu, lebih tepatnya
menjadi bodoh karena cinta. Semua divisi memiliki pengaruh yang sangat kuat dan
dapat merubah asal mula kita, asal divisi kita, asal tujuan kita.
Lalu manakah yang lebih baik?
Jawaban nya adalah orang-orang yang dapat masuk ke dalam semua divisi tersebut
tanpa menyerap pengaruh apapun. Yaitu orang-orang yang “BALANCE”. Orang-orang
yang Balance, dapat berpindah pindah divisi tanpa melupakan divisi asalnya. Ia
dapat dengan mudah memasuki semua divisi dan diterima oleh semua divisi
tersebut.
Semua yang kita lakukan di dalam
hidup ini haruslah balance. Bagaimana caranya agar kita bisa menyeimbangkan semua
tujuan dan kebutuhan kita. Kita harus berpikir dari segala divisi atau dari
segala pihak, agar kita bisa menjadi Balance. Apapun yang kalian lakukan,
jangan pernah berat sebelah atau berpihak hanya di satu pihak. Berpikirlah dari
segala arah agar kalian tidak termakan oleh halusinasi yang telah kalian
ciptakan.
Hidup ini bagaikan rantai dan akar. Dimana setiap manusia
sebenarnya saling terhubung satu sama lain bagaikan rantai yang saling berhubungan
dan berkaitan lalu membentuk sebuah lingkaran yang besar. Dan masalah yang
dialami manusia bagaikan akar pohon yang memiliki banyak cabang yang rumit.
Akan tetapi karena akar itulah, sebuah pohon dapat berdiri tegak, kokoh, dan
kuat. Karena masalah lah yang membuat manusia menjadi seseorang yang kuat dan dapat
berdiri tegak.
Comments
Post a Comment