Skip to main content

Sleeping Beauty



Tidur.

Gue suka kok tidur. Dan gue yakin semua orang juga suka tidur. Siapa sih yang gak suka tidur?
Eitsss tidur apa dulu nih? Tidur yang gue maksud bukan lah tidur yang males-malesan. Tidur yang gue maksud adalah tidur yang mempunyai kegunaan spesial tersendiri. 

Kalian tau kenapa gue suka tidur? Karena tidur adalah satu-satunya cara ketika diri lo merasa jenuh, ketika diri lo merasa capek banget sama semuanya, ketika lo merasa sedih, ketika lo merasa kesepian, ketika lo merasa jengkel, ketika lo merasa gak ada satupun yang bisa ngertiin lo, ketika lo merasa semua orang sama aja, ketika lo merasa dunia sedang tidak bersahabat dengan kondisi lo. Dan pelarian lo adalah tidur. Karena Cuma dengan tidur lo bisa merasa lupa, lo bisa merasa lebih tenang, lo bisa merasa fresh lagi dan otak sama hati mulai bekerja dengan jernih secara beraturan. Emosi yang tadinya meluap-luap bisa hilang ketika lo udah tidur.
Iya gak?
Bener gak?

Ini adalah salah satu andalan kebanyakan orang. Kalian gak tau kan mungkin dari temen-temen kalian banyak yang menerapkan ini. Kalian mungkin gatau temen kalian yang pandai menahan emosi atau jarang emosi mungkin melakukan nya dengan cara ini. Kadang juga menyendiri. Jadi jangan pernah menjudge orang sembarangan. Semua memiliki alasan yang jelas. Tapi perlu kalian ketahui bahwa orang-orang yang sedang mengalami masa-masa seperti ini, membutuhkan kehadiran seseorang yang bisa mengerti dirinya, yang bisa mendengar keluhan nya, yang bisa menghiburnya. Biarkan mereka tidur beberapa lama, berilah mereka waktu. Ketika mereka terbangun, temani lah mereka agar mereka tidak merasa semakin down dan flat dengan apa yang mereka alami.

Karena terkadang, sendiri itu gak enak. Sepi itu gak enak.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

This Is Love or Not? (Part 1)

Aku melihat pria itu menatapku tanpa kata. Dia hanya diam melihat kedatangan ku. Penampilan nya berantakan, wajahnya muram, rambutnya tidak tersisir rapih seperti seseorang yang amat frustasi. Sangat berbeda dengan pria yang aku lihat dua tahun lalu. *back to memories*             Aku melihat seorang pria tampan dengan mata emas nya yang indah. terlarut dalam musik di headsetnya. Dia menoleh kepadaku sejenak lalu pergi menghampiri sekumpulan orang-orang kaya bertampang angkuh, teman-teman nya. Pria itu adalah orang yang sangat ku cintai. Tetapi aku sadar diri, dia memiliki dunia nya sendiri dan aku tidak mungkin memasuki dunianya itu. Dia saja tidak mengenaliku. Dan aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Sampai suatu “kebetulan” mempertemukan kami. Bukan takdir.             Aku memasukkan ipod kedalam saku jaket sambil mencari kelas baru ku. Suasana begitu asing, teta...

Can't or Not intention? (MOVE ON)

Banyak orang-orang sering mengeluh "gak bisa move on" atau "move on itu susah" dsb. Apalagi kalo gak bisa move on nya sampe 2 tahun lebih. What the hell are u?! Gue tau banget kalo move on emang susah banget, pake banget! Gue akuin itu. Tapi pendapat gue berubah ketika suatu saat gue menghadapi berbagai masalah. Bukan cuma masalah "gak bisa move on" gue aja, tapi juga masalah "gak bisa move on" temen-temen gue dan orang lain. Sampai suatu saat di tengah kesepian melanda dan gue duduk sendirian bersama pensil dan secarik kertas, berkutik, mencari-cari jawaban dan solusi dari masalah ini. Sampai akhirnya gue menemukan jawaban nya. Ya, jawaban nya adalah "NIAT". Sering sekali kita lupa dengan kata "NIAT" di dalam hidup kita ini. Wahai pembaca sekalian, sejak dulu kita telah diajarkan bahwa semua hal yang kita lakukan harus diawali dan didasari dengan sebuah "NIAT". Apapun yang kita lakukan, asalkan itu didasari denga...

Kisah Matahari dan Bulan, Bukan kisah ku.

Sedikit ingin ku, sesekali untuk menceritakan sebuah kisah. Entah kisah siapa dan apa ini. Hanya saja aku ingin menulisnya. Ini bukan kisah ku. Ini hanyalah kisah antara Matahari dan Bulan. Bukan kisah ku. Perkenalkan aku adalah matahari, matahari yang menyinari manusia di muka bumi. Tugasku adalah bersinar sendiri di tata surya yang gelap ini dan ketahuilah bahwa aku harus menyinari tanpa tahu caranya bersinar. Terkadang aku berpikir, aku tidak bisa menyinari diri ku sendiri, begitulah aku sampai suatu saat aku mendengar percakapan manusia di muka bumi saat itu. Ada beberapa dari miliyaran manusia ini membicarakan tentang “Yin dan Yang”. Aku mulai bertanya-tanya, apa itu?  Mereka meyebutku “Yang” lalu siapa yang mereka sebut “Yin”? Selama ini aku tidak pernah melihat sekeliling karena yang aku tahu, aku sedang sendiri. Lalu seorang anak manusia di muka bumi menyuruh ku untuk menoleh, ia menunjukkan tangan nya pada sebuah objek ciptaan Tuhan. Dan begitu aku menoleh...