Halo Thinkers, kali ini saya akan membahas tentang Zero Sum
Game.
Sebelumnya, apa kah kalian sudah pernah menonton film ARRIVAL? Ya, film tentang bagaimana seorang
ilmuan sekaligus sastrawan mempelajari bahasa Alien. Bagaimana mereka mencari
cara agar tidak terjadi perang antara makhluk luar angkasa dengan manusia.
Karena bagaimana pun, kita semua sama-sama diciptakan sebagai makhluk hidup.
Meskipun berbeda jenis, tetapi kita semua sama-sama memiliki cara untuk
berkomunikasi. Dan itulah sebab nya komunikasi adalah hal yang sangat penting.
Bagaimana kita bertutur kata, maka itulah yang akan menentukan bagaimana
langkah yang akan terjadi selanjutnya. Bahkan perang pun bisa terjadi karena
tidak pintarnya manusia dalam mengolah kata.
Ada 2 kalimat yang membuat saya tertarik dari ARRIVAL,
“Mempelajari Bahasa seperti Matematikawan”
dan
Zero Sum Game is when one “player” gains something at the
expense of another “player” losing something.
A game in which the sum of the winnings and losses of the
various players is always zero.
Jika dibentuk dalam angka, maka akan terlihat seperti ini;
(+1) dengan (-1) maka hasilnya (0)
Zero sum game merupakan sebuah istilah dari sebuah kondisi
dimana saat satu pihak mendapatkan keuntungan berlebih, maka di sisi lain akan
ada pihak yang mengalami kerugian berlebih.
Zero sum game ibaratkan sebuah kebahagiaan diatas
penderitaan orang lain.
Terdengar kejam bukan? Tapi memang begitulah kenyataan nya.
Sebuah kebahagiaan yang menyebabkan kerugian bagi orang
lain. Atau kerugian yang dapat menyebabkan kebahagiaan untuk orang lain. Dalam
kehidupan, menurut saya posisi Zero Sum Game sangatlah Realistis. Zero Sum Game
sangat sering ditemukan. Kalian semua
dapat menemukan nya dalam bidang perekonomian dan politik.
Atau tidak usah jauh-jauh. Seperti cinta segitiga. Ketika
pihak satu mencintai pihak kedua, akan tetapi pihak kedua mencintai pihak
ketiga, dan pihak ketiga membalas cinta nya. Maka mau tidak mau, pihak kesatu
akan merelakan cinta nya pergi. Lalu muncul lah kata-kata “Asalkan kau Bahagia”.
Benar kah? Rasanya tidak 100 persen orang akan bahagia ketika melepaskan
kebahagiaan nya untuk kebahagiaan orang lain. Mungkin ada, tetapi tidak 100
persen benar adanya. Tetap saja orang tersebut akan merasa menderita. Dan
terjadilah Zero Sum Game. (Ini adalah sebuah ibarat agar lebih mudah dipahami)
Zero sum game adalah permainan dimana posisi lawan yang
menang akan menyebabkan kekalahan untuk orang lain. Jika ada hal positif, yang
menyebabkan hal negatif, maka hasilnya akan nihil atau nol. Tetapi apakah hal
negatif yang menyebabkan hal positif juga akan nol? Jawaban nya bisa dari
berbagai sudut pandang. Tetapi sebenarnya, hasilnya pun tetap akan nol. Karena
kenegatifan tersebut tidak bisa dibilang negatif ketika ia melakukan
kepositifan. Jadi, posisi nya adalah ia tidak akan berada dimana-mana. Ia tidak
akan berada di posisi positif, ia pun juga tidak akan berada di posisi negatif.
Zero Sum Game juga merupakan wujud keegoisan manusia. Dimana
manusia akan berpikir “Tidak apa-apa mereka rugi, yang penting saya untung.”
Maka keuntungan tersebut sama saja dengan nol di mata orang lain. Maka, Zero
Sum Game mungkin dapat mengajarkan kita untuk harus berhati-hati dalam
bertindak. Apakah yang kita lakukan merugikan orang lain atau menguntungkan
orang lain. Lalu Zero Sum Game juga mengajarkan kita untuk terus bersyukur dan
merendah, karena kita tidak tahu apakah kebahagiaan yang kita miliki
menyebabkan penderitaan untuk orang lain, atau tidak.
Tetapi perlu diketahui, bahwa tidak semua akan berakhir “Zero Sum Game”. Tetap akan ada “Positive Sum Game” maupun “Negative Sum Game”.



Comments
Post a Comment