Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2017

Ingatan Abu-Abu - Chapter 3

Sore itu aku memandang tiga wanita cantik sedang memakan parfait dan asik mengobrol sambil tertawa. Pakaian mereka sangat fashionable dan wajah mereka seperti model. Kapan ya aku bisa seperti mereka? Gumamku dalam hati. Perasaan iri itu muncul lagi.  “Kamu sudah cantik kok.” Tiba-tiba Adimas sudah berada di samping ku sambil mengusap-usap kepala ku. “Bagaimana kau tahu aku sedang memikirkan itu?” “Kau tahu kita berdua ini bisa telepati dari hati ke hati bukan?” Ia terkekeh. “Cih, rayuan maut lagi.” Tanpa kami sadari, Leo sedang berada di depan pintu masuk kedai sambil memandangi kami yang bercanda. Selain itu, seorang wanita dari arah dapur tampak sedang memperhatikan kami dari belakang sejak awal. “Sudah sana lanjutkan pekerjaan mu atau aku akan memberi tahu nenek agar gaji mu di potong.” Perintah ku kepada Adimas. “Baik, baik bos.” Adimas masih saja tertawa hingga masuk ke dalam dapur dan berpapasan dengan Lucy. “Eh, Lucy. Mau ku buatkan p...

Ingatan Abu-Abu - Chapter 2

Leo POV. Pagi ini aku sengaja datang lebih cepat dari biasanya. Bisa dibilang aku memang orang yang disiplin. Entah itu menjadi kebiasaan yang bagus atau buruk, karena orang-orang berkata bahwa aku terlalu rajin, perfectionist, dan ambisius.   Hari pertama ku harus sempurna, pikirku. Tetapi apa yang kulihat di dalam kantorku pagi ini begitu kacau. Ruangan ku masih dalam keadaan kotor. Kantor macam apa ini? Pintu terbuka, beberapa orang masuk ke dalam ruanganku. Office Girl. Aku membalikkan badan dan tampak seorang wanita kepala pelayan di “Kedai Kopi Nenek” berdiri dihadapanku dengan seorang teman wanita nya. “Loh.. kamu?”  Kami berdua mengucapkan kata yang sama secara bersamaan. Ekspresi wajahnya berubah terkejut sama sepertiku. Rambut pendek sebahu nya tidak dikuncir, memperlihatkan dengan jelas warna coklat kehitaman rambut dan poni panjang nya. Kacamata bertengger di mata indah nya. Sesaat aku merasakan kehangatan dari tatapan nya. Entah kenapa, dari...

Ingatan Abu-abu - Chapter 1

“Putri pun hidup bahagia selamanya bersama Pangeran” Ucap seorang wanita berumur 40an kepada anak perempuan nya yang sedang berada di pangkuan nya. “Cih, gak ada kisah yang seindah dongeng di dunia nyata” Sahut seorang anak laki-laki berumur 11 tahun sambil memegang bola basket. Tiba-tiba suara tangisan anak perempuan terdengar begitu nyaring. “Mama!! Kakak jahat!!” Seru anak perempuan tersebut memeluk ibu nya sambil meraung raung. “Kakak, ayo minta maaf sama adik mu” “Gak mau, itu emang bener kan? Buktinya...” KRIIIINGGGGGG Suara alarm berbunyi. Aku mencari-cari hp ku sambil menguap. “Ah.. lagi-lagi mimpi itu.” Ujarku dalam hati. Akhir-akhir ini aku sering sekali bermimpi random, mungkin karena terlalu lelah bekerja. Sekarang tepat pukul 5 pagi, aku pun bergegas mempersiapkan diri menjalani hari-hari ku yang biasa berat. Aku mengecek email yang memberitahukan bahwa aku diterima bekerja sebagai Office Girl di Perusahaan ternama di kota ini, Phoenix ATX (P.A).  ...