Skip to main content

Sometimes we need to slow..



Kalau kalian familiar sama judul ini, yap benar! Ini adalah sebuah lagu.
Dan lagu ini adalah lagu nya Gamaliel ft. Young Lex wkwkwkwk boom! Yeah kalian tahu kenapa gue bilang boom-_-

Cuma ya, i love the lyrics. To be honest, this one bring positive energy and a good mood.

Entah kenapa, kalau denger lagu ini rasanya beban itu langsung hilang gitu aja.
Lirik nya sukaaaakkk untuk orang yang susah buat slow kaya gue, dan suka panikan atau down kalau gagal dalam suatu hal. Ini bisa men-suggest kalian buat lebih santai di tengah rutinitas yang bikin stress.
Dan menurut gue ini adalah karya positif, jadi untuk apa di judge hanya karena yang nge-rap adalah.... ya... gitu deh. 

Oke stop, kenapa jadi ngomongin lagu nya Gamaliel...

Karena lagu ini yang ngasih inspirasi buat nulis blog yang kali ini.

Emosional yang sering kali terjadi dan timbul di kehidupan sehari-hari, dikarenakan orang-orang jarang atau lupa untuk bersikap tenang dan santai. Rutinitas yang membuat jenuh, kewajiban-kewajiban yang harus dikerjakan, dan masalah-masalah yang banyak di temui membuat kita pusing dan merasa stress. Sebenarnya yang membuat kita stress adalah tekanan itu sendiri, tekanan yang men-suggest kita sehingga kita merasa kacau.

Dan cara menghadapi tekanan itu adalah dengan bersikap tenang, dan santai. Segala sesuatu bisa diselesaikan dengan baik jika kita tenang. 

Jujur saja, saya adalah orang yang termasuk susah untuk bersikap “slow.” Maksudnya, saya mudah sekali panik dan kepikiran ini itu. Dan hal tersebut yang membuat saya merasa terbebani sendiri. Padahal, mungkin semua itu bisa teratasi kalau kita menjalani nya dengan tenang dan relax.
Terkadang saya ingin sekali menjadi seperti orang-orang yang selalu bisa bersikap santai di setiap keadaan. Rasanya nyaman aja gitu, gak pusing mikirin ini itu, gak merasa harus memforsir diri untuk mendapatkan hasil yang sempurna. 

Kalau bahasa gaul nya, “Idup nya nyelow ae”

TAPI, bersikap santai juga bukan berarti malah kebanyakan santai.

Santai berlebihan juga tidak bagus dan justru malah membuat kita lebih ke arah bermalas-malasan lalu semuanya menjadi terbengkalai. Santai juga punya batas, dan berpikir keras juga punya batas.

Sometimes we need to slow.

Sefokus-fokusnya kalian, sesibuk-sibuknya kalian, setinggi-tingginya kerja keras kalian, otak dan hati juga butuh istirahat tentunya, ya gak? ya gak?

Jadi gak masalah kalo sesekali kalian gak harus memforsir diri kalian untuk menghasilkan sesuatu yang sempurna. Gak masalah kalo sesekali kalian harus gagal, masih banyak peluang di depan sana yang terbuka lebar, dan itu dapat digapai kalau kalian juga mau membuka lebar mata kalian. 

Gak harus jadi yang terbaik, yang penting kita sudah berusaha semampunya. Totalitas. Soal hasil? Gak usah terlalu ambil pusing. Boleh kita merasa frustasi di awal, tapi setelah itu bangkit lagi untuk mencoba ribuan peluang. Gak masalah. Semua orang punya masa-masa saat “di bawah” nya masing-masing. Roda hidup selalu berputar kok. Jadi wajar saja. 

Jangan dengarkan orang-orang yang mengharuskan dan memforsir kita untuk melakukan ini itu. Harus menjadi ini itu. Hidup itu kalian yang jalani, berhasil dan gagal, benar dan salah, semuanya berada di tangan kanan dan kiri kalian masing-masing. Kalian lah yang mengendalikan hidup kalian. Kalian lah yang menciptakan masa depan kalian sendiri. 

Kalau dalam urusan menghadapi masalah, cobalah melangkah gak perlu lihat kanan kiri, semua masalah punya jalan keluarnya masing-masing. Hidup manusia memang selalu di iringi dengan masalah. Jadi ya, slow down aja.. Masalah kalian saat ini bukan masalah satu-satunya. Coba lihat, masih banyak tuh masalah-masalah yang udah nunggu di depan. Kalau kalian terlalu larut dalam satu masalah aja, kapan selesainya masalah-masalah yang lain nya? 

Hidup itu singkat. Kalau kalian stress? Coba santai. Coba makan makanan yang enak-enak. Tarik nafas, dinginin pikiran, dengerin musik yang asik-asik, joget-joget sendiri, nyanyi-nyanyi sendiri, karaoke sama temen, nonton bioskop, nonton anime, main di timezone, wisata, berenang, hiking, main main di gunung, main di laut tapi ati-ati tenggelem, teriak-teriakan sendiri, ketawa tawa sendiri, gak masalah. Paling juga nanti dikira kesurupan(?) Krik......

Terus jangan lupa banyak banyak berdo’a. Itu yang paling mujarab sih..
Tidur juga mujarab..

Banyak dah pokoknya.

Kok jadi betawi gini-_-

Yasudah, intinya teman-teman semua, sometimes we need to slow. Kalau kalian merasa kok akhir-akhir ini banyak masalah? Kok kalian jadi merasa sering emosian entah marah atau sedih? Kok akhir-akhir ini jadi kecapek-an? Kok kalian gagal? Tenang... tenang aja... mungkin kalian kurang santai. Mungkin kalian cuma kurang main aja.

Saya sendiri juga masih banyak belajar untuk bersantai. Karena, belum tentu semudah itu juga menyikapi nya. Apalagi kalau sudah bawaan sifat alamiah nya. Tapi ya, ini biar dijadikan langkah awal aja, untuk men-suggest diri sendiri buat bersikap slow down. Jadi kita belajar sama-sama ya :)





Comments

Popular posts from this blog

This Is Love or Not? (Part 1)

Aku melihat pria itu menatapku tanpa kata. Dia hanya diam melihat kedatangan ku. Penampilan nya berantakan, wajahnya muram, rambutnya tidak tersisir rapih seperti seseorang yang amat frustasi. Sangat berbeda dengan pria yang aku lihat dua tahun lalu. *back to memories*             Aku melihat seorang pria tampan dengan mata emas nya yang indah. terlarut dalam musik di headsetnya. Dia menoleh kepadaku sejenak lalu pergi menghampiri sekumpulan orang-orang kaya bertampang angkuh, teman-teman nya. Pria itu adalah orang yang sangat ku cintai. Tetapi aku sadar diri, dia memiliki dunia nya sendiri dan aku tidak mungkin memasuki dunianya itu. Dia saja tidak mengenaliku. Dan aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Sampai suatu “kebetulan” mempertemukan kami. Bukan takdir.             Aku memasukkan ipod kedalam saku jaket sambil mencari kelas baru ku. Suasana begitu asing, teta...

Can't or Not intention? (MOVE ON)

Banyak orang-orang sering mengeluh "gak bisa move on" atau "move on itu susah" dsb. Apalagi kalo gak bisa move on nya sampe 2 tahun lebih. What the hell are u?! Gue tau banget kalo move on emang susah banget, pake banget! Gue akuin itu. Tapi pendapat gue berubah ketika suatu saat gue menghadapi berbagai masalah. Bukan cuma masalah "gak bisa move on" gue aja, tapi juga masalah "gak bisa move on" temen-temen gue dan orang lain. Sampai suatu saat di tengah kesepian melanda dan gue duduk sendirian bersama pensil dan secarik kertas, berkutik, mencari-cari jawaban dan solusi dari masalah ini. Sampai akhirnya gue menemukan jawaban nya. Ya, jawaban nya adalah "NIAT". Sering sekali kita lupa dengan kata "NIAT" di dalam hidup kita ini. Wahai pembaca sekalian, sejak dulu kita telah diajarkan bahwa semua hal yang kita lakukan harus diawali dan didasari dengan sebuah "NIAT". Apapun yang kita lakukan, asalkan itu didasari denga...

Kisah Matahari dan Bulan, Bukan kisah ku.

Sedikit ingin ku, sesekali untuk menceritakan sebuah kisah. Entah kisah siapa dan apa ini. Hanya saja aku ingin menulisnya. Ini bukan kisah ku. Ini hanyalah kisah antara Matahari dan Bulan. Bukan kisah ku. Perkenalkan aku adalah matahari, matahari yang menyinari manusia di muka bumi. Tugasku adalah bersinar sendiri di tata surya yang gelap ini dan ketahuilah bahwa aku harus menyinari tanpa tahu caranya bersinar. Terkadang aku berpikir, aku tidak bisa menyinari diri ku sendiri, begitulah aku sampai suatu saat aku mendengar percakapan manusia di muka bumi saat itu. Ada beberapa dari miliyaran manusia ini membicarakan tentang “Yin dan Yang”. Aku mulai bertanya-tanya, apa itu?  Mereka meyebutku “Yang” lalu siapa yang mereka sebut “Yin”? Selama ini aku tidak pernah melihat sekeliling karena yang aku tahu, aku sedang sendiri. Lalu seorang anak manusia di muka bumi menyuruh ku untuk menoleh, ia menunjukkan tangan nya pada sebuah objek ciptaan Tuhan. Dan begitu aku menoleh...