Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2016

Kamu kepada Kami

Untuk yang tidak pernah tahu diri. Anda memang hebat. Ya, saya hargai itu. Bahkan saya pun terkagum kagum pada anda. Tapi apa anda sekarang? Saya salah mengenal anda. Saya tahu anda orang yang baik, tetapi anda terlalu nyaman dalam permainan jahat anda. Hei, sadarkah kamu? Kami yang menemani mu dari awal. Dari mulai kamu bukan menjadi siapa siapa. Aku. Aku yang mengenalkan duniaku padamu. Mengajarkan mu bagaimana caranya percaya diri meski aku sendiri tidak percaya diri. Tak ingin pamrih. Tapi apa jadinya kamu sekarang? Dasar monster tidak berperasaan. Anda hanya menginginkan semua situasi sesuai dengan yg anda harapkan. Hei, ini bumi bersama. Bukan bumi mu saja. Ini langitku bukan langitmu saja. Apasih yang merubah mu? Bahkan aku sama sekali tak mengenali mu sekarang. Bahagiakah kamu seperti ini wahai sang kacang yang melupakan kulitnya? Jika ingin berhitung, yang saya lakukan untuk kamu jauh lebih banyak daripada yang kamu lakukan untuk saya. Sadarkah kamu itu...

Keseimbangan Manusia

Bahkan Pancasila pun menerapkan konsep “balance” Saya baru menyadari hal itu ketika saya mengikuti sebuah seminar nasional. Betapa takjub nya saya ketika mendengar sang inspirator itu berbicara. Ia menggerakkan hati saya untuk menulis pemikiran baru. Ini berhubungan dengan blog sebelum-sebelumnya yang berjudul “EVOLUSI KESADARAN” kali ini saya akan lebih fokus pada “Konsep Keseimbangan Manusia”. Manusia adalah makhluk yang terus berkembang. Berkembang kearah kemanusiaan seutuhnya. Menjadi manusia yang sejati. Manusia terus memunculkan hal-hal baru, pertanyaan-pertanyaan, dan rasa penasaran. Tetapi akan menjadi sebuah ancaman jika manusia mulai berlebihan dalam pemikiran nya. Semua butuh keterbatasan. Untuk itu diperlukan sebuah konsep keseimbangan. Manusia dengan akal budinya dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikat yang dapat dicapai oleh manusia. Manusia sejati adalah manusia yang bisa menyeimbangi dirinya dalam segala posisi. Keseimbangan adalah sebu...

Anda bukan Matematika dan Fisika

Gunanya kejujuran adalah untuk menghindari kesalahpahaman. Seandainya kejujuran itu selalu di terapkan, maka tak ada yang namanya salah terka. Kebanyakan konflik timbul dari kesalahpahaman, kesalahpahaman timbul karena ketidak jujuran. Ketika dari kedua pihak saling tidak jujur, maka masing-masing dari mereka akan memunculkan perspektif yang di buat buat tanpa memikirkan fakta sebenarnya. Masih lebih baik antara dua pihak, bagaimana jika dua kelompok? Atau bahkan lebih? Akan semakin besar pertikaian yang awalnya hanya sepercik api itu. Dia tidak pernah tahu bagaimana saya. Sebenarnya kenapa saya. Dia hanya menggunakan perspektifnya. Dan mulai termakan oleh lingkungan luar. Bahkan sebuah niatan baik dipandang buruk. Serius, saya tidak pernah berniat buruk. Meskipun terlihat fake, bahkan sekali pun fake itu benar adanya, saya tidak akan menjahati. Ketahuilah, kata-kata tajam dari mulut anda justru memperlihatkan bahwa begitulah anda yang sebenarnya. J...

Warna mu..

Seperti jingga, kamu adalah warna senjaku Seperti biru, kamu adalah salah satu dari sekian banyak favorit ku Seperti abu-abu, langitku selalu merindukanmu Seperti hitam, kau menggelapkan hatiku Seperti merah, cintamu terlalu berani dan sulit pudar Seperti merah muda, dirimu terlalu romantis dan puitis Seperti hijau, suaramu menyejukkan hati Seperti cokelat, kamu adalah pemanisku Seperti kuning, meski terlalu menyilaukan, kaulah matahariku