Skip to main content

EVOLUSI KESADARAN




 



EVOLUSI adalah proses perubahan secara berangsur-angsur dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain yang lebih kompleks/rumit dan pastinya jauh lebih baik.

KESADARAN adalah keadaan seseorang dimana ia tahu dengan jelas apa yang ada di dalam pikiran nya (makna, ingatan, hasil berpikir, akal, niat). Untuk lebih mudahya seperti ini, ketika anda melihat bulan. Keadaan melihat yang anda tahu sedang anda lakukan, disebut kesadaran. Lalu bulan yang anda lihat berwarna putih disebut pikiran. Dan reaksi anda ketika melihat bulan itu indah disebut perasaan.

Evolusi Kesadaran adalah merubah gelombang pikiran. Dari Alfa menjadi Theta dan Delta. Bagaimana merubah gelombang pikiran? Dengan meng-istirahatkan pikiran, relax, meditasi, fokus pada titik-titik tertentu. Peka terhadap lingkungan, terhadap makhluk hidup, terhadap semesta.

Evolusi kesadaran digunakan agar manusia tahu, untuk apa seseorang dilahirkan. Kesadaran menjadi sebuah kunci untuk mencapai tujuan. Mencari jawaban dalam setiap pertanyaan merupakan proses kesadaran itu terungkap. 

Kesadaran yang tak kunjung bangkit dan tidak juga berkembang menyebabkan manusia terjebak di dalam kehidupan. Maka dari itu, manusia harus meledakkan kesadaran nya. Manusia yang telah berkesadaran akan tahu apa yang harus dilakukan, mengapa dia harus melakukan, dan apa tujuan dalam melakukan. Dunia bagaikan tipu daya, banyak sekali orang-orang berkata bahwa dunia ini fana. Dan kefana-an itu adalah jebakan maupun ilusi, maka untuk menarik segala benang nya, manusia perlu melepaskan dan meleburkan diri sampai mencapai tahap pencerahan.

Lalu bagaimana tahap pencerahan itu?

Tahap pencerahan adalah keadaan dimana manusia telah sadar sepenuhnya terhadap kenyataan hidup, bahwa hidup selalu berubah dan manusia harus bisa menerima perubahan tersebut. Contohnya seperti, menyadari bahwa kebencian, ketidaktahuan, kebodohan, kekecewaan, dan keserakahan, hanyalah bentuk-bentuk aktivitas mental. Pencerahan adalah kebebasan. Kebebasan dari penderitaan yang dialami. Pencerahan adalah keadaan menyadari sepenuhnya tentang perubahan sehingga menjadi bebas.
Kesadaran yang tinggi membuat pikiran menjadi lebih terbuka untuk menerima berbagai hal baru dalam kehidupan, sehingga dapat membuka pandangan seseorang. Pencerahan adalah sebuah pencapaian batin.  Yaitu pikiran yang selalu tidak melekat pada kebencian, kekejaman, keserakahan, dan kesombongan. Karena manusia yang melakukan Evolusi Kesadaran adalah manusia yang bebas dari segala ego nya.

Manusia yang berhasil membangkitkan kesadaran nya akan menjadi manusia yang seutuhnya, memproses kejadian di alam semesta.  Menjadi apa saja yang dia inginkan, dan menjadi seseorang yang berguna untuk dunia. Karena semua yang dibutuhkan manusia untuk menjadi manusia sejati, ada di dalam diri sendiri. 

Agar mencapai Evolusi Kesadaran, manusia harus berpikir bagaimana caranya menjadi manusia sejati? Apa tujuan-tujuan yang sebenarnya ingin kita capai? Apa ilusi dunia yang telah menghambat tujuan tersebut? Untuk apa masalah-masalah yang kita hadapi? Kenapa ada masalah? Kenapa kita harus melakukan ini dan itu? Mulailah mencoba mencari jawaban dari sebuah pertanyaan “Kenapa?” dan “Apa?” agar kita dapat menjawab pertanyaan “Bagaimana?”
Mulailah mencoba melihat sesuatu dari segala sudut pandang yang ada, bahkan yang berbeda dari biasanya. Mencoba mencari inti dari permasalahan kehidupan, apa yang menjadi titik pusat nya, dan mulai menarik benang merah nya. Dan proses tersebut harus didasari dengan pencerahan, kebebasan tanpa ego dan hal-hal negatif.

Memang tidak mudah. Saya pun belum tentu bisa. Tetapi dari pertanyaan dan keingintahuan seseorang, justru dapat menimbulkan sebuah kesadaran manusia tentang segala hal di alam semesta. Dan pengendalian diri dalam emosional maupun ego, akan menciptakan manusia-manusia pintar yang bijaksana. 

Seriously, menurut gue pribadi ini adalah hal yang sangat berat dan sulit diterapkan. Tapi four thumbs up buat kalian yang bisa menerapkan ini semua! Jika sudah mengalami evolusi kesadaran, Selamat! Kalian telah menjadi manusia sejati yang berkemanusiaan.

Comments

Popular posts from this blog

This Is Love or Not? (Part 1)

Aku melihat pria itu menatapku tanpa kata. Dia hanya diam melihat kedatangan ku. Penampilan nya berantakan, wajahnya muram, rambutnya tidak tersisir rapih seperti seseorang yang amat frustasi. Sangat berbeda dengan pria yang aku lihat dua tahun lalu. *back to memories*             Aku melihat seorang pria tampan dengan mata emas nya yang indah. terlarut dalam musik di headsetnya. Dia menoleh kepadaku sejenak lalu pergi menghampiri sekumpulan orang-orang kaya bertampang angkuh, teman-teman nya. Pria itu adalah orang yang sangat ku cintai. Tetapi aku sadar diri, dia memiliki dunia nya sendiri dan aku tidak mungkin memasuki dunianya itu. Dia saja tidak mengenaliku. Dan aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Sampai suatu “kebetulan” mempertemukan kami. Bukan takdir.             Aku memasukkan ipod kedalam saku jaket sambil mencari kelas baru ku. Suasana begitu asing, teta...

Can't or Not intention? (MOVE ON)

Banyak orang-orang sering mengeluh "gak bisa move on" atau "move on itu susah" dsb. Apalagi kalo gak bisa move on nya sampe 2 tahun lebih. What the hell are u?! Gue tau banget kalo move on emang susah banget, pake banget! Gue akuin itu. Tapi pendapat gue berubah ketika suatu saat gue menghadapi berbagai masalah. Bukan cuma masalah "gak bisa move on" gue aja, tapi juga masalah "gak bisa move on" temen-temen gue dan orang lain. Sampai suatu saat di tengah kesepian melanda dan gue duduk sendirian bersama pensil dan secarik kertas, berkutik, mencari-cari jawaban dan solusi dari masalah ini. Sampai akhirnya gue menemukan jawaban nya. Ya, jawaban nya adalah "NIAT". Sering sekali kita lupa dengan kata "NIAT" di dalam hidup kita ini. Wahai pembaca sekalian, sejak dulu kita telah diajarkan bahwa semua hal yang kita lakukan harus diawali dan didasari dengan sebuah "NIAT". Apapun yang kita lakukan, asalkan itu didasari denga...

Kisah Matahari dan Bulan, Bukan kisah ku.

Sedikit ingin ku, sesekali untuk menceritakan sebuah kisah. Entah kisah siapa dan apa ini. Hanya saja aku ingin menulisnya. Ini bukan kisah ku. Ini hanyalah kisah antara Matahari dan Bulan. Bukan kisah ku. Perkenalkan aku adalah matahari, matahari yang menyinari manusia di muka bumi. Tugasku adalah bersinar sendiri di tata surya yang gelap ini dan ketahuilah bahwa aku harus menyinari tanpa tahu caranya bersinar. Terkadang aku berpikir, aku tidak bisa menyinari diri ku sendiri, begitulah aku sampai suatu saat aku mendengar percakapan manusia di muka bumi saat itu. Ada beberapa dari miliyaran manusia ini membicarakan tentang “Yin dan Yang”. Aku mulai bertanya-tanya, apa itu?  Mereka meyebutku “Yang” lalu siapa yang mereka sebut “Yin”? Selama ini aku tidak pernah melihat sekeliling karena yang aku tahu, aku sedang sendiri. Lalu seorang anak manusia di muka bumi menyuruh ku untuk menoleh, ia menunjukkan tangan nya pada sebuah objek ciptaan Tuhan. Dan begitu aku menoleh...