Skip to main content

tidak ada judul

Upik abu itu hampir menemukan cahaya nya,
tetapi cahaya itu mulai menjauh,
Mengapa?
Karena ia adalah upik abu.
Sendiri. Ia sendiri.
Hampa. Ia terlalu hampa.
Mana cerita dongengku? Tanya nya pada sang peri.
Sang peri berkata, tegarlah, ini bukan dongeng.
Maka ia tegar.
Kabut itu datang. Menyelimuti ruangan hampa.
Ruangan hampa di dekat jantung.
Gelap. Hatinya gelap.
Cahaya. Ia butuh cahaya.
Aku takut ibu peri, ketakutan ku adalah kegelapan ini. Ujar sang Upik abu.
Tahan, kamu dirancang sekuat tameng. Kata sang peri. Perlukah aku menggunakan sihir ku?
Jangan. Jangan sang peri. Aku tidak butuh itu.
Biar aku yang menempuhnya sendiri.
Cahaya itu pergi atas keputusan nya.
Maka tidak ada sesuatu yang bisa di tahan.
Itu kemerdekaan nya. Biarlah.
Mengapa suara mu sesak? Tanya sang peri.
Dingin. Malam ini terlalu dingin.
Peri, bolehkah aku menitikkan air mata? Mataku pedih sekali.
Kamu menangis. Kamu benar benar menangis.
Peri, bagaimana ini? Aku membeli semua korek api ini untuknya, agar dia "sang cahaya" semakin bersinar.
Maka berikanlah..
Upik abu melangkah, lalu terhenti.
Ada apa upik abu?
Terlambat,
Dinding itu menebal
Dinding itu semakin tinggi
Aku tidak bisa melewati dinding ini.
Mustahil. Semuanya mustahil.
Sambil tersenyum ia mencoba menghapus air mata di pipinya.
Aku menyerah ibu peri.
Aku menyerah.
Aku usai.
Ucapkan selamat tinggal untuk cahaya.
Biarkan korek api ini berada disisi ku hingga kisah ku tamat.

Comments

Popular posts from this blog

This Is Love or Not? (Part 1)

Aku melihat pria itu menatapku tanpa kata. Dia hanya diam melihat kedatangan ku. Penampilan nya berantakan, wajahnya muram, rambutnya tidak tersisir rapih seperti seseorang yang amat frustasi. Sangat berbeda dengan pria yang aku lihat dua tahun lalu. *back to memories*             Aku melihat seorang pria tampan dengan mata emas nya yang indah. terlarut dalam musik di headsetnya. Dia menoleh kepadaku sejenak lalu pergi menghampiri sekumpulan orang-orang kaya bertampang angkuh, teman-teman nya. Pria itu adalah orang yang sangat ku cintai. Tetapi aku sadar diri, dia memiliki dunia nya sendiri dan aku tidak mungkin memasuki dunianya itu. Dia saja tidak mengenaliku. Dan aku hanya bisa menatapnya dari kejauhan. Sampai suatu “kebetulan” mempertemukan kami. Bukan takdir.             Aku memasukkan ipod kedalam saku jaket sambil mencari kelas baru ku. Suasana begitu asing, teta...

Can't or Not intention? (MOVE ON)

Banyak orang-orang sering mengeluh "gak bisa move on" atau "move on itu susah" dsb. Apalagi kalo gak bisa move on nya sampe 2 tahun lebih. What the hell are u?! Gue tau banget kalo move on emang susah banget, pake banget! Gue akuin itu. Tapi pendapat gue berubah ketika suatu saat gue menghadapi berbagai masalah. Bukan cuma masalah "gak bisa move on" gue aja, tapi juga masalah "gak bisa move on" temen-temen gue dan orang lain. Sampai suatu saat di tengah kesepian melanda dan gue duduk sendirian bersama pensil dan secarik kertas, berkutik, mencari-cari jawaban dan solusi dari masalah ini. Sampai akhirnya gue menemukan jawaban nya. Ya, jawaban nya adalah "NIAT". Sering sekali kita lupa dengan kata "NIAT" di dalam hidup kita ini. Wahai pembaca sekalian, sejak dulu kita telah diajarkan bahwa semua hal yang kita lakukan harus diawali dan didasari dengan sebuah "NIAT". Apapun yang kita lakukan, asalkan itu didasari denga...

Kisah Matahari dan Bulan, Bukan kisah ku.

Sedikit ingin ku, sesekali untuk menceritakan sebuah kisah. Entah kisah siapa dan apa ini. Hanya saja aku ingin menulisnya. Ini bukan kisah ku. Ini hanyalah kisah antara Matahari dan Bulan. Bukan kisah ku. Perkenalkan aku adalah matahari, matahari yang menyinari manusia di muka bumi. Tugasku adalah bersinar sendiri di tata surya yang gelap ini dan ketahuilah bahwa aku harus menyinari tanpa tahu caranya bersinar. Terkadang aku berpikir, aku tidak bisa menyinari diri ku sendiri, begitulah aku sampai suatu saat aku mendengar percakapan manusia di muka bumi saat itu. Ada beberapa dari miliyaran manusia ini membicarakan tentang “Yin dan Yang”. Aku mulai bertanya-tanya, apa itu?  Mereka meyebutku “Yang” lalu siapa yang mereka sebut “Yin”? Selama ini aku tidak pernah melihat sekeliling karena yang aku tahu, aku sedang sendiri. Lalu seorang anak manusia di muka bumi menyuruh ku untuk menoleh, ia menunjukkan tangan nya pada sebuah objek ciptaan Tuhan. Dan begitu aku menoleh...