Dirinya tersenyum begitu manis
Dirinya tersenyum layaknya iblis
Menunjukkan taring yang dapat mengiris
Sungguh kejam dirimu wahai tuan iblis
Tertawa di atas penderitaan gadis yg menangis
Tak pernahkah kau memiliki hati nurani?
Atau hanya otak saja organ dalam mu?
Bahkan, otak mu pun tak kau gunakan dengan baik.
Kau banyak berpikir, tanpa kesadaran
Kau bukanlah manusia
Kau bagaikan iblis tanpa perasaan dan pikiran
Tega kah dirimu bahagia setelah membuat kesalahan?
Tak pernah kah kau mencoba bercermin?
Cermin pun tak mau memantul mu
Seorang kesatria kini menjelma menjadi sebuah iblis
Karena terkena hasutan penyihir.
Mengapa kau terhasut? Tidak kah dirimu memiliki pendirian?
Tidak kah kau menaruh kepercayaan pada seorang gadis?
Lantas mengapa dengan mudah kau berubah?
Inikah dirimu sesungguhnya?
Bahagiakah kau seperti ini?
Terjatuh dalam lubang yang kau buat sendiri
Tertarik oleh jurang medan magnet
Sanggupkah kau melihat gadismu lagi?
Yang telah termakan api kebencian.
Dirinya tersenyum layaknya iblis
Menunjukkan taring yang dapat mengiris
Sungguh kejam dirimu wahai tuan iblis
Tertawa di atas penderitaan gadis yg menangis
Tak pernahkah kau memiliki hati nurani?
Atau hanya otak saja organ dalam mu?
Bahkan, otak mu pun tak kau gunakan dengan baik.
Kau banyak berpikir, tanpa kesadaran
Kau bukanlah manusia
Kau bagaikan iblis tanpa perasaan dan pikiran
Tega kah dirimu bahagia setelah membuat kesalahan?
Tak pernah kah kau mencoba bercermin?
Cermin pun tak mau memantul mu
Seorang kesatria kini menjelma menjadi sebuah iblis
Karena terkena hasutan penyihir.
Mengapa kau terhasut? Tidak kah dirimu memiliki pendirian?
Tidak kah kau menaruh kepercayaan pada seorang gadis?
Lantas mengapa dengan mudah kau berubah?
Inikah dirimu sesungguhnya?
Bahagiakah kau seperti ini?
Terjatuh dalam lubang yang kau buat sendiri
Tertarik oleh jurang medan magnet
Sanggupkah kau melihat gadismu lagi?
Yang telah termakan api kebencian.
Siapa tuh pemyihirnya wkwkw 😂
ReplyDeleteSiapa tuh pemyihirnya wkwkw 😂
ReplyDeleteYa siapa lagi hahaha
ReplyDelete