Skip to main content

Posts

Hati dan Akal

Dari segala bentuk makhluk hidup di semesta yang Tuhan ciptakan ini, harta dan anugerah paling berharga yang manusia miliki adalah hati dan akal pikir, kan? Namun, itu juga lah yang menghancurkan segala sesuatu yang ada. Bagiku, sesuatu yang hancur hanya karena cinta adalah sebuah kebodohan. Dan putus asa karena kehancuran tersebut adalah yang paling bodoh. Orang hebat yang sukses lahir dari kehancuran. Kehancuran memotivasi mereka untuk membuktikan diri. Bahwa mereka tidak mudah untuk dihancurkan. Lantas, mengapa harus merasa putus asa? Mengapa harus merasa terpuruk? Mengapa harus merasa itu adalah akhir dari segalanya? Karena manusia memiliki hati. Karena hati mengendalikan manusia, hingga menghilangkan rasionalitas. Dari segala bentuk makhluk hidup di semesta yg Tuhan ciptakan ini, harta dan anugerah paling berharga yang manusia miliki adalah hati dan akal pikir, kan? Kita lah makhluk terpilih. Kita lah manusia. Namun...
Recent posts

Dua penjual lilin

ada kisah. 2 anak yang sering menjual lilin di tengah badai salju. tidak ada tempat tinggal, tidak ada keluarga, mereka hanya memiliki satu sama lain. sebut saja mereka alfa dan omega. entah kenapa, alfa selalu bingung. mengapa tidurnya selalu nyenyak. lilin nya selalu lebih laku dari omega. sendal yang ia gunakan tidak pernah rusak. persediaan makan nya selalu cukup. suatu ketika, alfa jatuh cinta pada seseorang bernama delta. alfa menangis dan bercerita kepada omega. omega pun berkata, "jangan sedih, jika cintanya tulus, maka ia akan datang padamu. percayalah" beberapa hari kemudian, omega menyuruh alfa untuk berhenti berharap. namun alfa membentak, bersikeras bahwa omega menghancurkan kebahagiaan nya. saat itu juga, omega pergi meninggalkan alfa. malam nya ia kembali, dan berbisik pada alfa yg sedang tidur. "esok pagi, kebahagiaan mu akan datang" dan paginya, alfa terbangun. namun tidak ada sosok omega. 5 jam ia menunggu, tapi omega telah benar...

Ingatan Abu-Abu Chapter 15

Leo dengan setelan jaket jeans hitam nya masuk ke dalam sebuah club. Sudah berkali-kali ia mendatangi tempat ini. Bagi nya, tempat ini tidak terlalu bising dan “liar” seperti beberapa club ditempat lain. Club ini memberikan hiburan dengan santai tapi berkesan. Dan Leo lebih suka ketenangan. Ia berjalan mencari-cari orang yang harus ia temui, kemudian menemukan nya sedang bercanda dengan beberapa gadis. “Apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Leo menuju sasaran. Sharron tersenyum karena tau darimana suara tersebut berasal. Ia menoleh lalu memberikan sapaan sok akrab. “Hai teman ku Leo, lebih tepatnya adik kecil ku.” Ia tertawa menepuk pundak Leo. Sambil memperkenalkan Leo pada gadis-gadis yang berada disekitar Sharron. “Kau tak pernah memberitahu kami bahwa kau mempunyai adik yang sangat tampan. Curang sekali.” Ujar salah seorang gadis yang memakai mini dress berwarna hitam gemerlap. “Aku bukan teman nya. Apalagi adik nya. Jangan bercanda, aku tak sudi.” Ujar Leo dengan ...

Bulan Sabit

Kepada mu, Bulan sabit yang berpijak dilangit Kau tahu apa yang membuatmu indah dari pada yang lain? Lekuk sabit itu yang membentuk senyum tulus Menggambarkan betapa baik nya diri mu Dari jarak ini aku bersyukur dapat menjadi salah satu alasan dari terbentuk nya lekuk itu Terkadang, aku ingin sekali melengkapi sebagian dari lekuk itu Menyatu dan menjadi Purnama Namun di setiap fajar aku sadar, Aku tak pernah memiliki celah untuk itu Meski setiap kali aku melihat mu sebagai cermin Dan percik sungai memantulkan persamaan kita Namun seluruh langit tahu, bahwa sosok yang sudah lama berlabuh, Tidak dapat tergantikan Aku tidak pernah bisa menggantikan sosok itu, sepertinya? Maka aku ingin menjadi diriku sendiri Memperlihatkan mu   bagaimana cahayaku menderang   Berusaha untuk tidak membuat kesalahan seperti yang sosok lain lakukan Maka langit pun mendengar doa ku Ia menghentikan waktu malam hanya untuk beberapa saat Memperpanjang sedikit ...

Kepadamu, "Sang Pencipta Lagu"

Terima kasih. Kepadamu yang memberiku lagu Menciptakan tangga nada tak berbaris Mengalunkan petik gitar tak bersenar Aku bisa mendengarnya Meski aku tak bertelinga Suaramu memenuhi ruang ku Ruang hidupku Kau ada dalam diriku Hangat meski kau dingin Malam itu, Detak jantung ku bernyanyi Berpautan dengan jantung mu Namun lagu diciptakan dengan sebuah akhir Lagu diciptakan untuk berakhir Dan kita pun tahu Harapan hanya setipis nadi

Memang nya aku apa bagimu?

Memang nya aku apa bagimu Sebuah Nafas Ataukah bumi yang kau pijaki Atau langit yang selalu bersamamu namun jarang kau amati Kata cinta berulang kali kau rapal dari bibir lembut itu Apa kau seyakin itu Memang nya kau tahu apa tentang cinta Apakah kau berusaha membahagiakan ku Tidak, Kau tidak Kau mengucapkan kata cinta Bukan berusaha membuat ku bahagia Namun berusaha membuat dirimu bahagia Cinta mu didasari ego Ego tak berjurang Kau tahu apa tentang ku Kau saja belum pernah melihatku Melihat serpihan ku Melihat hitam dan putih ku Kau hanya melihat saat diriku utuh Bagaimana jika ku tanam puluhan sisi abu-abu ku Apa kau akan memetik nya Apakah kau akan menggali nya,  Lalu menanam merah mu Atau kau akan menginjaknya Sekali lagi ku tanya Apa artinya aku bagimu?

Wanita Delima

Seperti tergigit merah nya bibir Warna delima menghias pipi itu Senyum nya terasa semanis rembulan Suara nya pun halus bagai satin yang terurai Topi semerah delima menutupi sebagian kening nya Ia berbicara banyak Tawanya cerah Tidak seperti biasa, pagi ini paras nya lebih cantik Lalu lalang orang memandang , Bergurau akan sebuah kuncup yang mekar Namun embun pagi terjatuh di pipi indah nya Lalu si langit berbisik, Pada angin yang berhembus Aku melihat seorang wanita delima Ia tampak bahagia, Namun terasa menyakitkan Ironi.