Liona tersungkur di ujung ranjang nya. Hati dan pikiran nya masih kacau. Rasanya ia tidak ingin pergi ke kantor pagi ini, apalagi jika sampai bertemu dengan Leo. Ia ingin menghindari pria itu untuk saat ini. Jam menunjukkan pukul enam pagi dan dengan berat hati ia bergegas untuk prepare. Ia berjalan menyusuri kota, tampak pagi yang cerah dengan sepasang kekasih dan sebuah keluarga kecil yang sedang berbincang di depan halaman rumah. Mereka tertawa,terlihat bahagia. Ngomong-ngomong, bagaimana rasanya bahagia? Liona sudah lupa dengan perasaan itu. Bahkan ia lupa bagaimana caranya untuk bahagia. Kadang seseorang menginginkan kebahagiaan orang lain tetapi tidak pernah berpikir untuk membahagiakan dirinya sendiri. Lupa bagaimana caranya membahagiakan dirinya sendiri. Saat ini tujuan hidup nya hanyalah lulus, mendapat pekerjaan yang layak, uang yang banyak, dan membahagiakan nenek nya. “Liona?” Seru seorang wanita separuh baya memanggil nya. Membebaskan nya dari lamunan....