Dirinya tersenyum begitu manis Dirinya tersenyum layaknya iblis Menunjukkan taring yang dapat mengiris Sungguh kejam dirimu wahai tuan iblis Tertawa di atas penderitaan gadis yg menangis Tak pernahkah kau memiliki hati nurani? Atau hanya otak saja organ dalam mu? Bahkan, otak mu pun tak kau gunakan dengan baik. Kau banyak berpikir, tanpa kesadaran Kau bukanlah manusia Kau bagaikan iblis tanpa perasaan dan pikiran Tega kah dirimu bahagia setelah membuat kesalahan? Tak pernah kah kau mencoba bercermin? Cermin pun tak mau memantul mu Seorang kesatria kini menjelma menjadi sebuah iblis Karena terkena hasutan penyihir. Mengapa kau terhasut? Tidak kah dirimu memiliki pendirian? Tidak kah kau menaruh kepercayaan pada seorang gadis? Lantas mengapa dengan mudah kau berubah? Inikah dirimu sesungguhnya? Bahagiakah kau seperti ini? Terjatuh dalam lubang yang kau buat sendiri Tertarik oleh jurang medan magnet Sanggupkah kau melihat gadismu lagi? Yang telah termakan api keben...