Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2017

Ingatan Abu-Abu - Chapter 12

[ALERT! Mature content. Dilarang membaca bagi yang belum cukup umur]   AUTHOR POV Juna duduk dibelakang kedai sambil menghisap vape nya, musik rock mengalir ke telinga nya lewat sebuah headphone beats. Ia menjetik-jetikan tangan sambil bernyanyi dan mengepakan kakinya ke tanah. “Sedang apa kau?” Tiba-tiba suara wanita mengagetkan keseruan nya. “Oh, ternyata kau gadis jepang. Aku sedang menunggu teman mu itu.” Juna melepas headphone nya, menggantung nya di leher.  “Kau terlihat seperti seorang pria yang sangat setia sekarang. Ku akui bakatmu dalam berakting.” Ujar Shimizu sambil mengumpulkan beberapa sampah kedai. “Bukan kah itu permintaan teman mu?”  “Tetapi kau terlihat mendalaminya. Seolah-olah kau sedang belajar menjadi pria baik-baik.” “Aku bukan pria baik-baik, sayang nya. Semua yang kau katakan benar, aku pria mesum.” Ujar Juna sambil meniup asap vape nya, membuat sebuah lingkaran menjadi bentuk hati. Senyum yang Juna berikan t...

Keajaiban Bukan Penantian.

Saya selalu bertanya kenapa? Kenapa setiap sosok pangeran di cerita dongeng adalah pria yang tampan, gagah berani, dan kaya raya? Ah, tentu saja karena ia adalah seorang pangeran. Calon pemegang tahta kerajaan. Kalau begitu saya akan mengganti pertanyaan. Kenapa setiap sosok pria utama dalam kisah cinta di dongeng adalah seorang pangeran? Mengapa tidak seorang penjaga toko roti? Mengapa tidak seorang pengawal? Mengapa tidak seorang medis kerajaan? Mengapa tidak seorang pemilik bar? Mengapa bukan seorang   guru? Bukan kah penulis-penulis dongeng tersebut adalah   pemanipulasi   kenyataan?   Memberikan harapan-harapan nihil yang tak sesuai. Memberikan kesempatan untuk pria-pria kaya dan tampan mendapatkan wanita cantik yang malang. Dan memberikan keputusasaan pada pria-pria   sebaliknya, karena tidak memiliki kesempatan untuk bersinar di benak para wanita.  Kalau begitu. Mengapa tidak seorang putri kaya raya menikahi pria penjaga to...