Aku mondar-mandir mengitari kamar berukuran 4 x 3 cm dengan kemeja dan dress berserakan dimana-mana. Sesekali aku memandangi diriku di depan kaca sambil menggaruk kepalaku. Aku tahu, ada yang salah dengan diriku. Sudah hampir 2 jam aku berdandan hanya untuk menepati janji ku dengan Leo. Astaga, ganjen sekali aku! Pikirku dalam hati. Kesadaran ku timbul kembali ke permukaan, mengunci segala tindakan bodoh yang aku lakukan hanya untuk terlihat baik di mata Leo. Aku mulai membentuk simpul kepang di bagian pinggir dan membiarkan poni ku terurai. Parfum mangga meyelimuti tubuh ku. Aku merias wajahku dengan tipis tetapi tetap terlihat cantik. Ah, sudah lama sekali aku tidak dandan. Dress atau lebih tepat nya baju terusan simple bercorak bunga-bunga tulip menjadi pilihan utamaku untuk pergi bersama Leo. Menurut ku, menggunakan baju yang paling nyaman adalah yang terbaik. Ku kalungi syal di leher,...